Wasir Belum Berakhir

Kehamilan sudah usai, si kecil pun sudah lahir, tetapi mengapa wasir belum berakhir? Wasir, hemoroid, ambeien, atau piles adalah peradangan atau pembengkakan di bibir anus. Biasanya ditandai dengan munculnya benjolan kecil. Gejala yang muncul, selain pembengkakan (bintil), anus pun terasa nyeri dan gatal, bahkan panas, sakit saat mengejan, mengalami perdarahan, juga kadang punggung bagian bawah terasa sakit.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Ada beberapa penyebab wasir usai bersalin. Pertama, peningkatan kadar hormon esterogen saat hamil. Hormon ini menyebabkan melambatnya gerak sistem pencernaan, sehingga membuat Mama mengalami sembelit. Jika berlarut, dapat menyebabkan luka di pembuluh darah yang menjadi awal munculnya wasir. Kejadian ini bisa berlanjut hingga setelah melahirkan. Kedua, beban yang ditimbulkan oleh janin sehingga menekan area rektum atau seputar anus. Bila Mama terlalu banyak duduk, biasanya tekanan akan semakin keras, ditambah darah yang akan turun menuju saluran anus.

Risikonya, jaringan hemoroid di saluran anus membengkak sehingga membuat Mama sembelit. Sering kali jaringan yang bengkak ini pecah oleh tekanan feses yang padat, sehingga terjadilah perdarahan, selanjutnya mulailah wasir. Hal ini juga bisa berlanjut hingga Mama melahirkan. GARA-GARA INI! Kedua penyebab tadi, Ma, akan semakin menjadi jika Mama melakukan hal-hal yang tidak mendukung kelancaran aktivitas BAB, seperti: ? Menunda BAB. Sehabis melahirkan, biasanya Mama takut BAB akibat rasa nyeri di bekas luka melahirkan masih begitu terasa. Padahal, menunda BAB menjadikan feses bertumpuk dan mengeras, sehingga semakin susah untuk dikeluarkan.

Mama pun harus mengejan lebih kuat, sehingga tekanan pada rektum dan perineum mengakibatkan pembuluh darah membengkak serta keluar membentuk tonjolan kecil. ? Kurang minum dan makanan berserat. Saat menyusui, kebutuhan cairan meningkat untuk mendukung kelancaran produksi ASI. Selain itu, mungkin saja cairan tubuh Mama lebih banyak keluar karena letih mengurus bayi. Asupan cairan yang kurang menjadikan feses lebih keras, sehingga sulit untuk dikeluarkan. Begitu pula jika Mama kurang mengonsumsi makanan berserat. Risiko wasir pun semakin tinggi.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *