Tiga Kategori FASD

FASD (Fetal Alcohol Spectrum Disorders) dapat diakibatkan dari mengonsumsi alkohol dalam kadar kecil maupun berlebihan serta jangka pendek maupun panjang. 0enurut Kathleen Stratton dkk. dalam bukunya, Fetal Alcohol Syndrome: Diagnosis, Epidemiology, Prevention, and Treatment, (1996) bentuk kelainan FASD dapat dibedakan menjadi 3 kategori, baik dari aspek fisik maupun perilaku. Berikut penjelasannya :

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Sindrom alkohol pada janin (Fetal Alcohol Syndrome/FAS, baik dalam bentuk partial-FAS maupun full-FAS) Paparan alkohol selama kehamilan dapat mengakibatkan gangguan, baik O sik, perilaku, maupun fungsi kognitif, yaitu: • *angguan pertumbuhan janin, bentuknya bisa berupa gangguan pertumbuhan janin dengan berat badan kurang atau gangguan pertumbuhan pada anak. *angguan pertumbuhan struktur otak dan bentuk kepala yang kecil (microcephal) juga sering ditemukan. • Kelainan bentuk wajah. Kelainan pada wajah dapat berupa bentuk kelopak mata yang kecil, bibir atas yang lebih tipis, serta lekukan antara hidung dan bibir atas yang panjang. • Keterlambatan perkembangan dan gangguan fungsi motorik pada bayi/anak setelah dilahirkan, misalnya penurunan kecerdasan, gangguan perilaku dan hiperaktif, kesulitan beradaptasi, gangguan atensi, gangguan neurosensorik pendengaran, serta lambat bicara/bahasa verbal. • Kelainan lain yang mungkin menyertai, yaitu sumbing bibir dan langit-langit, bentuk rahang yang kecil, kelainan persendian, dan kelainan jantung.

Cacat bawaan yang diakibatkan oleh alkohol (Alcohol-related birth defects/ARBD) Ciri utama dari kelainan kongenital ini adalah cacat O sik bawaan. 0isalnya, celah sekat antar bilik (ventricular septal defects/VSD) dan serambi (atrial septal defects/ASD) pada jantung, pemendekan tulang jari-jari, kelainan tulang belakang (skoliosis), kelainan ginjal, mata juling (strabismus) atau kelainan saraf retina pada mata, hilangnya pendengaran (baik neurosensorik maupun konduktif), dan kelainan kongenital lainnya seperti yang terjadi pada sindrom alkohol.

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan saraf otak yang diakibatkan oleh alkohol (Alcoholrelated neurodevelopmental disorders/ARND) Bentuknya terlihat pada adanya gangguan pertumbuhan saraf pusat, seperti bentuk dan ukuran kepala yang kecil (microchepaly), struktur otak yang abnormal (tidak terbentuk corpus callosum, otak kecil yang tidak berkembang sempurna). Bentuk lain dari kelainan ini juga dapat berupa gangguan kognitiI dan perilaku, seperti: gangguan beradaptasi, hiperaktif, kesulitan belajar, kesulitan dalam kemampuan berbahasa verbal, lambat berbicara, dan gangguan atensi.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *