Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Manusia

Setelah empat tahun berfokus pada infrastruktur, pemerintah akan memprioritaskan arah pembangunan ke sektor sumber daya manusia pada 2019. Belanja negara untuk pengembangan SDM direncanakan meningkat tahun depan. “Jadi Rp 14 triliun dari tahun lalu yang cuma Rp 10 triliun,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro selepas rapat finalisasi rancangan nota keuangan 2019 di Istana Negara Jakarta, kemarin. Bambang mengatakan, jika diterjemahkan, anggaran penguatan sumber daya manusia sebenarnya tak jauh dari pembangunan infrastruktur.

Sarana gedung sekolah dan penunjang pendidikan lainnya tetap akan menjadi prioritas pembangunan. Bedanya, kementerian dan lembaga sektoral diminta untuk menyokong berbagai program yang bisa menyuplai pendidikan dan pelatihan vokasi sektoral, seperti pariwisata. Sebelumnya, Bambang juga mengatakan pemerintah bakal memfokuskan belanja negara ke bidang bantuan sosial dan program subsidi. Anggaran program Keluarga Harapan akan ditingkatkan dari belasan triliun menjadi Rp 31 triliun. “Jumlah penerima tetap 10 juta keluarga,” kata dia.

Tambahan diberikan lantaran standar kemiskinan juga meningkat naik menjadi Rp 400 ribu per orang. Adapun harga bahan bakar minyak dan tarif listrik turut dipastikan tak naik tahun depan. Fungsi pembangunan SDM juga bakal dialirkan melalui program dana desa. Menteri Desa, Penanggulangan DaerahTertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan pihaknya berpeluang meningkatkan alokasi dana desa dari Rp 60 triliun menjadi Rp 73–85 triliun. “Program padat karya tunai melibatkan langsung masyarakat sekitar dalam pembangunan irigasi, sekolah, dan infrastruktur penting lainnya,” ujar Eko, seperti yang dilansir situs kementeriannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *