Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Manusia bagian 2

Untuk menopang belanja yang banyak mengalami peningkatan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bersama Kementerian Keuangan bakal menyisir anggaran belanja kementerian dan lembaga yang kurang bermanfaat luas terhadap perekonomian. Setidaknya bakal ada pendisiplinan belanja sebanyak Rp 34 triliun. Di sisi fiskal, Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan negara menembus Rp 2.000 triliun sebagaimana bujet belanja. Selama ini, penerimaan negara selalu di bawah Rp 1.900 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak menampik kerja keras diperlukan agar defisit negara tetap terjaga. Karena itu, dia akan mengajak Direktur Jenderal Pajak dan Direktur Jenderal BeaCukai ke pertemuan internasional seperti G-20 dan Bank Dunia. “Biar mereka lihat langsung bagaimana dunia berubah ke arah digitalisasi, supaya bisa segera ekstensifikasi pajak dengan cepat,” ujar Sri, Senin malam lalu.

Direktur Riset Center of Reform on Economics Indonesia, Piter Abdullah, pesimistis gambaran besar program peningkatan kualitas SDM bisa berjalan lancar. Menurut dia, perlu ada kepastian adanya perubahan koordinasi dan kerja sama antar-kementerian dan lembaga yang lebih baik. “Kalau soal dana, banyak dana abadi yang bisa digunakan. Tapi kalau lihat implementasi dana bergulir untuk usaha kecil-menengah malah saling tumpang-tindih dan berjalan sendiri-sendiri,” kata Piter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *