Jerez akan menjadi tuan rumah balapan MotoGP 2020 pertama

Jerez akan meminta agar Grand Prix MotoGP, yang dijadwalkan pada 19 dan 26 Juli, dinilai sebagai “acara yang menarik perhatian publik” oleh pemerintah Spanyol. Walikota Jerez, Mamen Sánchez, telah memberitahukan bahwa dia telah menghubungi komunitas di Valencia dan Aragon, yang menyelenggarakan tahapan lain dari Kejuaraan Dunia. Tujuan umum adalah meminta evaluasi deklarasi “acara kepentingan publik yang luar biasa” untuk semua GP Spanyol.

Permintaan ini muncul setelah mengetahui bahwa pemerintah Spanyol telah mendeklarasikan GP Spanyol di Formula 1, yang akan diadakan di Barcelona dari 14 hingga 16 Agustus, sebagai “acara yang menarik minat publik” atas usul Menteri Kebudayaan dan Olahraga. José Manuel Rodríguez Uribes. Balapan MotoGP akan diadakan secara tertutup meskipun ada permintaan, sesuai dengan Dorna, untuk menjadi tuan rumah bagi publik dalam acara olahraga ini. Pengakuan sebagai “acara kepentingan publik yang luar biasa” akan menjamin keringanan pajak bagi perusahaan yang bekerja sama dalam penyebaran acara tersebut. Hal ini dimungkinkan berdasarkan ketentuan UU 49/2002 tentang rezim pajak nirlaba dan insentif pajak untuk bantuan hukum. Keringanan pajak ini akan berlangsung hingga Desember 2023.

Sementara itu, di sirkuit Jerez ia sedang mengerjakan sentuhan akhir untuk menjadi tuan rumah terbaik di putaran pertama MotoGP 2020. Tepat satu minggu, pada 15 Juli, kita akan memulai dengan hari tes kolektif untuk semua kelas. Ini akan digunakan oleh pengendara untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri dengan motor mereka setelah berhenti empat bulan. Orang dalam mengecat ulang tepi jalan dengan warna putih dan biru, memotong rumput dan mengarsipkan detail akhir. “Kami sedang mempersiapkan perlombaan maraton yang kami miliki dalam beberapa minggu mendatang. Mereka tidak akan memiliki penonton dan kami minta maaf. Balapan tanpa kehangatan dan dukungan penggemar tidak akan sama. Tapi kita harus beradaptasi dengan keadaan tali sampai waktu yang lebih baik datang. “

RESEP FISH AND CHIPS

Fish and Chips, atau fish and chips, adalah salah satu hidangan gastronomi  yang paling lezat dan terkenal, baik sebagai makanan “dibawa pulang” dan sebagai hidangan utama di pub: Anda dapat menemukannya di daftar yang paling populer bersama dengan puding toffee lengket! Ini adalah ikan, biasanya fillet cod, dicelupkan ke dalam adonan yang sangat kental dan kemudian digoreng. Disajikan dengan keripik, kentang goreng yang dipotong-potong, dan bubur kacang rasa mint. Fish and chips adalah suguhan yang harus dimanjakan dalam jumlah sedang dan ditemani, untuk makan malam informal. Keunikan hidangan ini terutama terletak pada adonannya: setiap daerah memiliki aturan dan rahasia sendiri yang diturunkan dari generasi ke generasi. Ada juga yang menggunakan bir di antara bahan-bahannya agar adonan lebih renyah dan warnanya lebih pekat!

CARA MENYIAPKAN FISH AND CHIPS

Untuk menyiapkan ikan dan keripik, mulailah dengan adonan yang akan mengembang: larutkan ragi pembuat bir dalam 3 sendok makan susu hangat, campur dan biarkan selama sepuluh menit di dalam api. Kemudian masukkan semua bahan lainnya ke dalam mangkuk yang cukup besar: tepung putih, kertas jagung, ayak, sejumput cabai, ragi telur dan sejumput baking powder dan sisa susu pada suhu kamar. Dengan pengocok, aduk bahan hingga rata, lalu tambahkan ragi bir yang dilarutkan dalam susu tadi dan setengah sendok teh garam. Tutup wadah dengan cling film dan biarkan adonan berfermentasi selama 1 setengah jam di lingkungan yang hangat dan bebas aliran udara.

Baca Juga : Hidangan Nasi Ayam Panggang Ala Nasi Kotak Indonesia

Sementara itu, siapkan bubur kacang; kupas kacang polong segar, lalu cincang halus bawang merah dan panaskan minyak dalam wajan. Tuang bawang merah cincang ke dalam loyang dan biarkan mengering selama beberapa saat;

lalu tambahkan kacang polong dan daun mint. Untuk membantu memasak dan memberi rasa, tuangkan satu sendok kaldu sayuran dan rebus kacang polong selama 10-15 menit.

Saat sudah siap, angkat kacang polong dari api, sisihkan beberapa sendok dan haluskan sisanya; bumbui dengan garam dan kemudian dengan sendok kayu tambahkan kacang polong, sisihkan ke haluskan. Siapkan keripik: kupas kentang dan memotongnya memanjang, untuk mendapatkan batang dengan ketebalan sekitar 1-1,5 cm; bilas dengan baik di bawah air mengalir untuk menghilangkan pati di permukaan dan mengeringkannya sepenuhnya dengan kain dapur.

Baca Juga : Vendor Catering Pernikahan Jakarta

Terakhir, siapkan “ikan”: potong fillet cod menjadi persegi panjang sekitar 8-10cm dan tebal 19cm. Sekarang Anda bisa menggoreng fish and chips; dalam dua panci, panaskan minyak, periksa dengan termometer dapur bahwa suhunya tidak melebihi 130-140 °. Goreng beberapa kentang selama sekitar 4 atau 5 menit; penggorengan suhu rendah pertama ini digunakan untuk memasak bagian dalam kentang tetapi tidak boleh membuatnya renyah di luar. Tiriskan dari minyak dengan bantuan sendok berlubang dan tiriskan di atas nampan yang dilapisi kertas penyerap. Sisihkan karena Anda akan melanjutkan ke penggorengan kedua. Kemudian naikkan suhu minyak menjadi sekitar 180 °, sementara itu masukkan potongan ikan cod untuk direndam dalam adonan (yang akan mulai terfermentasi) celupkan dengan penjepit 23. Biarkan terendam beberapa saat, kemudian tiriskan satu per satu dan buang. dalam minyak mendidih, 2-3 buah sekaligus 24 untuk mencegahnya menempel satu sama lain.

Jika adonan sudah berwarna cokelat keemasan, tiriskan 25 fillet ikan dan letakkan di atas nampan yang dilapisi kertas penyerap 26; jangan terlalu lama memasak, karena ikan akan digoreng dalam waktu yang lama akan menjadi terlalu kering sehingga baunya hilang. Terakhir, goreng kentang untuk kedua kalinya, selalu sedikit demi sedikit, dalam minyak yang sama yang digunakan untuk memasak ikan, sampai kentang berwarna cokelat keemasan dan garing. Sajikan ikan dan keripik panas sebagai pendamping hidangan dengan bubur kacang mint khas 27.

PENYIMPANAN

Dianjurkan untuk mengonsumsi ikan dan keripik saat ini.

NASIHAT

Jika mau, Anda dapat menggoreng seluruh fillet cod, tanpa memotongnya menjadi potongan-potongan kecil: dalam hal ini, hitung satu untuk setiap restoran!

Fenomena ”Telolet” Sejatinya Sudah Ada Sejak 20 Tahun Lalu Bagian 3

Persaingan bunyi klakson di jalan pun tak terhindarkan. Anak-anak yang senang melihat mobil besar, karena membayangkan menaiki atau kelak menyopirinya, meminta para sopir membunyikan trompet itu. Para sopir dengan sukacita memenuhinya. Bunyi telolet pun jadi semacam identitas.

Bus ke Pulogadung pukul 15.00 diketahui sudah mendekat dari bunyi trompet yang dibunyikan sopir dari jarak satu kilometer dari terminal di Kuningan. Nadanya berbeda dengan bus yang akan menuju Lebak Bulus atau Kampung Rambutan. Jika kini bunyi ”telolet” itu menjadi terkenal ke seluruh dunia, Internet yang membantunya hingga sampai di Gedung Putih di Washington, DC.

Atau anak-anak muda di New York kian menyebarkannya lagi dengan mengunggah video ”om, telolet, om…” dengan gembira. Ada yang menyebut ”telolet” mencerminkan kurangnya ruang publik bagi anak-anak di Indonesia sehingga mereka turun ke pinggir jalan atau mengejar bus untuk bersaing dan pamer video di YouTube. Mungkin ini kesimpulan ceroboh.

Sebab, kini orang-orang tua, remaja, hingga orang dewasa juga merekam bus yang tengah membunyikan trompet besar itu. Barangkali memang bahagia terbentuk oleh hal-hal sederhana. Telolet yang hanya demikian adanya membuat dunia bersukacita. Terutama di media sosial hari-hari ini. Ketika pertikaian yang membosankan belum kunjung terlihat ekornya, telolet membuat dunia maya kembali menyenangkan untuk dijelajahi.

Steak Ikan Dori Untuk 3 porsi ala Catering Jakarta

Steak Ikan Dori Untuk 3 porsi ala Catering Jakarta

Metode memasak ala western bisa kita gunakan ketika ingin menyajikan olahan ikan yang lebih menggoda, terutama untuk si kecil agar semakin gemar makan ikan. Selain dibuat steak atau nugget, ikan juga lezat dijadikan isi skotel.

Bahan: 3 ptg (500 gr) ikan dori fllet 1/4 bh bawang bombay, cincang halus 1 /2sdt air jeruk jeruk nipis 1/2 sdt garam 4 sdm saus tomat 1/2 sdm kecap manis 1/8 sdt merica bubuk

Bahan Saus: 1/2 bh bawang bombay, cincang halus 2 bh tomat, seduh, buang biji, cincang halus 2 sdm pasta tomat 50 gr saus tomat 1/2 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 1 batang daun bawang, iris halus 1/2 sdm maizena dan 1/2 sdm air, larutkan 2 sdm margarin, untuk menumis

Bahan Pelengkap: 100 gr wortel, potong kotak, rebus 100 gr kentang, kupas, potong 4 bagian, rebus 100 gr buncis 1 sdm margarin 2 bh bawang putih, cincang

Cara Membuat: 1. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam. Biarkan sebentar. Oven dengan api bawah pada suhu 190 derajat Celsius, hingga matang. 2. Saus, tumis bahan saus sampai matang. Kentalkan dengan larutan maizena. Aduk sampai kental dan meletup-letup. 3. Pelengkap, tumis bawang putih sampai harum. Masukkan wortel, dan buncis. Sajikan ikan bersama bahan pelengkap dan saus.

Nugget Ikan Untuk 8 porsi

Bahan: 200 gr ikan nila tanpa tulang 75 gr udang, cincang kasar 2 siung bawang putih, cincang halus 2 btr telur 25 ml air 1 sdt garam 1 sdt gula pasir 50 gr tepung sagu

Bahan Pencelup: 3 btr telur, kocok lepas Bahan Pelapis: 150 gr tepung panir kasar

Cara Membuat: 1. Campur ikan, udang, telur, garam, bawang putih, gula pasir, dan air. Aduk rata. Tambahkan tepung sagu. Aduk rata. 2. Tuang ke loyang 20×20 cm yang diolesi minyak dan dialasi plastik. 3. Kukus memakai api sedang, dalam waktu selama 25 menit hingga matang dan Biarkan dingin. 4. Potong 1x1x6 cm. Celupkan ke dalam bahan pencelup. Gulingkan di atas tepung panir kasar. 5. Goreng menggunakan minyak yang telah dipanaskan hingga matang.

 

Review Satria F150

Review Satria F150 – Underbone is dead! keyakinan banyak pihak me- lihat data penjualan motor Begitulah bebek yang terus tergerus skutik dan motor sport. Menariknya, bagi Suzuki, motor bebeknya yang menyandang predikat hyper underbone, yakni Satria F150, justru menjadi penopang utama penjualan pabrikan ini. PT SIS selaku Agen Pemegang Merek (APM) sepeda motor Suzuki mengatakan, data AISI penjualan Satria F150 selama tahun 2014 secara nasional adalah 173,541 unit. Sementara di tahun 2015, sampai dengan bulan Mei ini adalah 33,149 unit. “Saat ini Satria F150 berkontribusi paling banyak dari penjualan Suzuki. Tapi pasar Indonesia sangat dinamis, Suzuki senantiasa mengawasi pergerakkan scooter, bebek dan sport di Indonesia. Kami terus berinovasi meluncurkan produk-produk yang diminati oleh masyarakat Indonesia,” buka Giri S. Triatmojo, Department Head Strategic & Planning 2W PT. SIS. Angka penjualan Satria F150 tersebut cukup lumayan di tengah lesunya penjualan motor sepanjang kuartal I tahun 2015 ini, dibanding periode yang sama tahun lalu. Coba bandingkan dengan penjualan motor bebek Honda yang mendominasi pasar lewat Supra series dengan 51.234 unit atau Revo series 45.805 unit. Memang Satria F150 masih kalah. Tapi jika dibandingkan dengan New Honda Blade yang terjual 8.730 unit, Satria F150 menang jauh. Kelebihan Satria F150 ada pada desain separate handle type dan front fork seperti motor laki, sehingga lebih dikenal dengan istilah ayam jago. Ditambah dengan mesin tegak 150cc DOHC, Satria F150 banyak diminati remaja karena desainnya yang sporty.

“Style Satria F150 sejak mulai diluncurkan tahun 2001 lalu menjadi ciri khas Suzuki. Saat itu, hanya Suzuki yang menganut tipe separate handle type di kategori underbone Adu AyAm JAgo Sukses Suzuki selama ini bersama dengan Satria F150 bakal mendapat perlawanan dari kompetitor. Paling baru, PT Kawasaki Motor Indonesia me-refresh ayam jago yang sempat mandeg, yakni Athlete. Hadir sebagai hybrid underbone, Athlete Pro di-develop oleh PT KMI sebagai kawin silang motor bebek dengan sportbike, Ninja. Sementara itu, Honda gosipnya bakal merilis versi terbaru CS-1 yang bocorannya menyerupai dengan Sonic yang sempat dipajang di booth salah satu dealer di event Jakarta Fair 2015 baru lalu. Sumber terpercaya OTOPLUS mengatakan, Honda CS-1 (K56) sudah ready. Cuma moment kemunculannya masih kabur. Diprediksikan baru mendekati akhir tahun ayam jago Honda ini dirilis ke pasar. “Sebab biasanya 2 bulan sebelum produk diluncurkan ada training mekanik. Tapi saat ini belum ada jadwal training dari AHM,” tutur sumber OP tersebut. Yang menarik, kemungkinan Honda bakal merilis dua model. “Model ayam jago untuk melawan Satria F150 dan model bebek sporty untuk melawan Jupiter MX King,” info sumber OTOPLUS ini sambil menggarisbawahi, versi terbaru CS-1 itu akan menggunakan mesin 150 cc milik CBR150 dan sudah menggunakan teknologi DOHC.

“Info ini saya dapat dari vendor komponen.” Ketika informasi ini OP konfirmasikan pada pihak Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbuddin selaku Deputy Head of Corporate Communication mengatakan, “Mohon maaf untuk saat ini kami belum dapat menyampaikan rencana kami untuk hal tersebut. Akan tetapi, kami dengan senang hati menerima dan mempertimbangkan ide atau pendapat konsumen terhadap pengembangan produk yang paling sesuai dengan harapan mereka.” Bagaimana dengan Yamaha? Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menjawab, “Yamaha belum punya rencana untuk mengeluarkan motor dengan setang dan fork model ayam jago karena marketnya belum banyak berkembang. Kami sekarang masih memperkuat untuk Jupiter MX King.” AncAmAn Kompetitor atau bebek. Saat ini Suzuki melihat peluang yang sama pada kelas 110cc, di mana belum ada kompetitor yang menganut tipe styling seperti ini,” lanjut Giri S. Triatmojo. Ya, Suzuki baru saja merilis Satria F115 Young Star. Menurut Giri S. Triatmojo, keputusan ini diambil setelah melihat peluang pada kategori bebek 110. “Model yang sudah ada sekarang, kalau dilihat dari segi style, lebih mengarah kepada family use atau practical use.

Di segmen ini, Suzuki meluncurkan Satria F115 Young Star dengan separate handle type dan tipe front fork yang sama dengan Satria F150, guna menawarkan styling yang lebih sporty kepada konsumen. Sehingga konsepnya Satria F115 adalah bebek sporty di kelas 110cc,” mantap Giri S. Triatmojo Keyakinan Suzuki ini didasarkan pada hasil survei mereka. “Suzuki melihat bebek sporty berdasarkan hasil survey dan trend di konsumen saat ini, bahkan 3 sampai 5 tahun ke depan. Hasil analisis survey market ini yang kami gunakan untuk menentukan konsep bebek sporty seperti apa nantinya. Karena masyarakat Indonesia sekarang sangat mengenal teknologi internet jadi arus informasi yang sekarang ada di dunia bisa diperoleh dengan cepat oleh masyarakat di pelosok. Oleh karena itu informasi ini mempengaruhi pandangan seseorang terhadap fashion maupun trend sepeda motor. Jadi kami pada saat menentukan konsep pasti tidak terlepas dari kegiatan survey,” papar Giri S. Triatmojo sambil menekankan meski skutik mendominasi penjualan sepeda motor, tapi motor bebek masih menjadi kebutuhan di daerah daerah tertentu di Indonesia. “Tren ini mirip dengan negara ASEAN seperti Thailand dan Filipina. Di kota kota besar seperti Jakarta, Bangkok, Manila penjualan sepeda motor didominasi oleh scooter, tapi di daerah sendiri kebutuhan sepeda motor bebek masih cukup tinggi. Oleh karena itu Suzuki senantiasa mengawasi pergerakan trend baik di kota besar maupun pelosok daerah.”

Mitsubishi Pajero Dakkar 2014, Yogyakarta

 Kota-Bunga Mitsubishi Pajero Dakkar 2014, Yogyakarta  – Dardiri adalah seorang pengusaha kontraktor yang terbiasa blusukan meninjau proyek. Selalu ada jadwal khusus untuk rutin mengecek pembangunan proyeknya. Berhubung lokasi proyek kebanyakan medan berat, dibutuhkan sebuah kendaraan yang mumpuni. Salah satu andalannya adalah Mitsubishi Pajero Dakkar. “Ada dua sih. Kalau medan sangat berat pakai Mitsubishi Strada Triton berpenggerak 4 roda. Sedangkan medan yang terbilang agak ringan, pakai Pajero Dakkar yang ‘cuma’ 2 wheel Inovasi anyar memang selalu hadir pada mobil garapan rumah modifikasi Auto Concept Surabaya. Seperti Honda Brio Satya ini yang beberapa waktu lalu sukses menyabet ‘double’ King of Brio Tuning Contest di Surabaya dan Jakarta ini. Evan Sumanto, pemilik mobil sekaligus punggawa Auto Concept mencoba mengaplikasi cutting sticker dengan tema Geisha. Yup, tokoh wanita Jepang ini dipilih lantaran menyesuaikan dengan merek mobil Honda. Namun coba perhatikan lagi pada garapan cutting sticker Honda Brio Satya keluaran 2014. “Bukan sekedar cutting sticker biasa tapi ada sedikit sentuhan lain agar gambarnya lebih hidup dan terkesan seperti lukisan,” jelas Evan. drive,” terang Dardiri.

Kendaraan jenis sports utility vehicle (SUV) memang cocok buat menginspeksi proyek di lokasi yang terbilang light off-road. Ground clearance cukup tinggi dan lebih pas digunakan sehari-hari. Agar tampilan lebih gagah, mobil keluaran 2014 tersebut diserahkan pada Agus Osmond, punggawa workshop modifikasi Jaguar. Beberapa komponen custom ditambahkan pada Pajero Dakkar. Paling utama pemasangan body-kit yang didesain untuk SUV. Sebut saja over fender dari fiberglass pada keempat sepatbor roda. Selain itu, kap mesin turut dipermak dengan menambahkan airscoop. Selain itu, tampang depan Pajero pun semakin gagah dengan pemakaian bull-bar. Desainnya mengikuti lekukan grill dan lampu depan. Kesan mobil penjelajah makin lengkap dengan penggunaan roof-rack. Selain sebagai tempat barang-barang, “Dijadikan pula sebagai dudukan lampu LED custom,” tutur pria yang juga memiliki usaha hotel ini. Walaupun terlihat pipih, namun sangat membantu jika melibas jalan gelap. Cocok untuk bekal inspeksi proyek yang sedang berjalan.

Schoemaker Pernah Menulis Buku Bersama Mohammad Natsir

Pada 1922, Schoemaker menikahi Petronella Margaretha van Oppen. Pernikahan itu tak membuahkan keturunan. Mereka berpisah dua tahun kemudian. Pertemuannya dengan Ouw Joe Hoa Njo berawal dari pekerjaannya. Schoemaker selalu membeli kayu di Ujung Berung, Bandung, yang kala itu dikenal sebagai perkebunan dan pusat penjualan kayu yang bagus. ”Ibu saya tinggal di sana bersama orang tua angkatnya. Ketika melihat Ibu, Ayah melamarnya. Mereka menikah pada 1933 dengan selisih usia 29 tahun,” katanya. Pernikahan ketiga ini hanya bertahan dua tahun. Ibu Nachita, perempuan Tionghoa yang tak bisa berbahasa Belanda, tak bisa menerima Schoemaker yang sering berada di luar rumah karena pergaulan sosialnya yang luas.

Website : kota-bunga.net

Apalagi Schoemaker yang flamboyan itu acap dikelilingi lawan jenis. ”Situasi itu tidak bisa diterima ibu saya sehingga mereka bercerai,” katanya. Pada 1935, Schoemaker menikahi Corona ”Croontje” Aveline Hilgers, gadis Belanda-Jawa. Mereka memiliki satu anak sebelum bercerai. Pada saat invasi Jepang, Schoemaker menikahi sekretarisnya, Jetty van Burgen. Pernikahan ini bertahan hingga akhir hayatnya. Dari lima pernikahan ini, Schoemaker memiliki enam putra dan empat putri. *** AGAMA menjadi bagian dari kisah hidup Schoemaker yang paling menarik. Selama hidupnya, Schoemaker membangun tiga rumah ibadah yang menjadi ikon Kota Bandung: Gereja Katolik Saint Peters (1922), Gereja Bethel (1925), dan Masjid Nijlandweg (1933). Entah kebetulan entah tidak, tiga agama itu pernah dianutnya sepanjang hidup. Schoemaker lahir dari keluarga Katolik yang taat. Menurut Dullemen, yang mewawancara Lucie, putri kedua Schoemaker dari istri pertamanya, Schoemaker meninggalkan Katolik dan menjadi muslim pada 1915.

Namun, menurut Nachita, ayahnya masuk Islam pada 1934, tahun yang sama dengan kelahirannya. ”Ayah mengatakan nama saya berasal dari bahasa Arab Mesir yang bermakna derai hujan. Tapi, menurut kawan-kawan saya yang berbahasa Arab, Nachita berarti membangun,” kata Nachita sembari tertawa. Langkah itu dilakukan Schoemaker setelah mendalami Islam dan mempelajari Al-Quran. Hal ini membuatnya populer di kalangan mahasiswa pribumi tapi menyebabkan komunitas kulit putih Belanda mengernyitkan dahi. Tindakan itu dianggap merendahkan status sebagai bangsa superior. Selain Schoemaker, satusatunya orang Belanda terkenal yang melakukan langkah ini adalah profesor asal Leiden, Snouck Hurgronje.

BANGGA BERNUSANTARA DAN JAGA KELESTARIAN ALAM

BANGGA BERNUSANTARA DAN JAGA KELESTARIAN ALAM – Paguyuban Vario Nusantara (PVN) memasuki usia satu dekade pada 22 Desember 2017 lalu. Untuk memperingatinya mereka menggelar bakti sosial dan berbagai kegiatan dengan mengundang lebih dari 140 klub Honda Vario se-Indonesia. Dalam acara ini PVN mengambil tema Bangga Bernusantara. Pasalnya ratusan klub Honda Vario ini tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Acara tersebut diawali dengan napak tilas bagaimana PVN terbentuk di GOR Simprug, Jakarta Barat pada 22 Desember 2007. “Kita sangat bersyukur dan bangga karena dalam 10 tahun kita sudah ada 144 club Vario yang tergabung di paguyuban ini,” ucap Setianti Dewi dari Ciputat Vario yang menjabat Ketua Umum Asosiasi Vario Banten.

“Tema Bangga Bernusantara ini juga supaya kita tetap bersatu meskipun berasal dari wilayah-wilayah yang berbeda dari segala penjuru Tanah Air. Kita harus tetap menjaga persaudaraan kita dengan cara melebur jadi satu di acara ini,” lanjutnya. Acara kemudian dilanjutkan di bilangan Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten. Selain merayakan dengan gathering, silaturahmi dan pemotongan tumpeng PVN juga membagikan bibit pohon kepada masyarakat sekitar Situ Gintung. “Selain untuk menjaga silaturahmi, kita juga terpanggil untuk menjaga kelestarian nusantara. Maka dari itu kita juga berikan bibit pohon kepada warga sekitar Situ Gintung,” tambah Fajar Romadhan dari Ciputat Vario Club selaku Ketua Umum Paguyuban Vario Nusantara 2017-2019.

Gedung yang Dibangun Wolff Schoemaker

Hairul menyebutkan, pada beberapa kasus di Medan, bangunan bersejarah ini berlokasi di pusat kota dengan klasifikasi pajak kelas A. ”Tidak pernah ada pengurangan pajak. Itu sebabnya banyak pemilik menjual rumah tuanya. Hasilnya, rumah dengan nilai sejarah peninggalan arsitek ternama di Medan banyak yang hancur,” ujar Hairul. Surabaya terbilang lebih baik dalam urusan pemeliharaan gedung bersejarah. ”Ada keringanan tarif pajak bumi dan bangunan hingga 50 persen,” kata Suryanto dari Divisi Umum PT Perkebunan Nusantara X. PTPN X menggunakan gedung Koloniale Bank sebagai kantor direksinya. Gedung yang dibangun Wolff Schoemaker pada 1927 itu sempat terbakar pada 2005. Tapi, saat Tempo menengoknya beberapa pekan lalu, kondisinya bersih dan terawat.

Guncar, pemerhati sejarah lokal, memastikan hanya ada dua karya Wolff Schoemaker di Surabaya: Koloniale Bank dan Façade Hotel Orange. Padahal dalam buku Tropical Modernity (2010) karya C.J. van Dullemen, arsip-arsip tua di Belanda menunjukkan sejumlah karya Schoemaker di kota ini. Di antaranya sejumlah rumah di kawasan Ketabang. Namun Guncar meyakini bahwa kawasan perumahan di Ketabang merupakan karya peninggalan C.G. Citroen. Kondisi yang sama terjadi di Semarang. Buku yang sama mencatat setidaknya ada enam bangunan peninggalan Schoemaker. Tapi, ketika Tempo menyusuri jalan-jalan di Kota Semarang, hanya dua karya Schoemaker yang dipastikan masih berdiri hingga kini: vila untuk S.L. Liem dan vila untuk B.T. Liem. Vila yang disebut terakhir belakangan disebut Vila Helly.

Liem merupakan keluarga pedagang manufaktur Tionghoa kayaraya. Mereka memiliki ambisi agar diperlakukan setara dengan kaum elite Belanda. Setelah penghapusan aturan yang mengharuskan bangsa Tionghoa tinggal di pecinan saja, mereka membangun rumah di kawasan orang Belanda yang dirancang oleh Wolff Schoemaker. Vila ini telantar setelah keluarga Liem meninggalkan Indonesia menjelang gerakan 30 September 1965. Kini vila B.T. Liem lebih dikenal sebagai Puri Gedeh, kediaman resmi Gubernur Jawa Tengah. Sedangkan vila S.L. Liem, yang sempat menjadi kantor Perhimpunan Haji Indonesia, kini menjadi Hotel Semesta. Kedua bangunan ini dikenal menjembatani gaya modern dengan karakter lokal. Antara lain dengan adanya pendapa dalam dan teras.

SELURUH PEMENANG DIBERANGKATKAN KE VERONA ITALIA

Kota-Bunga SELURUH PEMENANG DIBERANGKATKAN KE VERONA ITALIA – Rampung menggelar seluruh rangkaian acara Suryanation Motorland 2017, ditutup dengan pentas Grand Battle di kota Surabaya, Jawa Timur pada bulan November lalu. Setelah itu, Suryanation Motorland akan memberikan apresiasi dengan cara mengajak seluruh pemenang Best of The Best Suryanation Motorland untuk menghadiri acara Motor Bike Expo ke-10 di kota Verona, Italia yang akan digelar 18-21 Januari 2018. “Tujuan dari perjalanan ini adalah mendapatkan pengalaman dengan melihat langsung perkembangan roda dua di Eropa. Sehingga, nantinya kami berharap para pemenang ini bisa mendapatkan inspirasi dari karya-karya builder dunia yang hadir di acara Motor Bike Expo,” jelas Ari Kusumo Wibowo, Brand Manager Surya. Seperti diketahui, Motor Bike Expo adalah salah satu motor bike show terbesar yang diadakan di Eropa, bahkan gelaran ini digunakan oleh banyak brand motor dunia ikut berpartisipasi dan memanfaatkan momen ini untuk meluncurkan produk terbarunya. Banyak builder kelas dunia yang ikut bertanding di sini seperti Arlen Ness, Roland Sands, Go Takamine, Cole Foster dan Winston Yeh.

Mereka yang hadir juga akan pamerkan karya terbaru untuk pertama kalinya, sehingga dipastikan acara ini akan dipenuhi oleh pecinta roda dua dunia dari seluruh dunia. Dengan melihat langsung karya dan bertemu builder dunia, tentu akan memberikan pengalaman bagi para pemenang Best of The Best Suryanation Motorland yang ikut kesana. Berbeda dengan tahun lalu, Suryanation Motorland sudah mengajak pemenang-pemenang Suryanation Motorland 2016 untuk hadir ke acara Yokohama Hot Rod Custom Show di Jepang. Mereka mendapatkan banyak pengalaman dan juga inspirasi dari perjalanan di Negeri Sakura. Seluruh rombongan direncanakan akan berangkat menuju Italia pada 17 Januari 2018. Perjalanan ini akan menjadi inspirasi bagi para builder Indonesia, untuk berkreasi dan terus berkarya. Untuk melihat perjalanan rombongan Suryanation Motorland cek terus Intagram @suryanation_motorland. Suryanation Motorland, Show Your Pride!