Nvidia Tawarkan Lisensi Grafs Maxwell pada Pengembang SoC

Khusus teknologi mobile graphics untuk Soc, saat ini tercatat sekitar enam perusahaan yang mengembangkan teknologi GpU core-nya sendiri, antara lain ARM (Mali), imagination Technologies (powerVR), Vivante (Gcxxxx), Nvidia (GeForce), Qualcomm (Adreno), dan Broadcom (Videocore). di antara keenamnya, baru Quallcomm dan Nvidia saja yang diketahui belum menawarkan lisensi teknologi GpU-nya ke perusahaan lain. Selama ini, teknologinya lebih ditujukan untuk memperkuat Soc besutan sendiri (Snapdragon dan Tegra).

Baca juga : Net89

Nvidia mulai mengabarkan niatnya untuk melisensikan teknologi graphics-nya ke pengembang mobile/ultra-mobile application processor pihak ketiga pada Juni tahun 2013 lalu. Sejauh ini, Nvidia belum mengumumkan pihak siapa saja yang sepakat mengambil lisensi mereka. Namun, diduga beberapa perusahaan sedang melakukan negosiasi yang intensif dengan mereka.

chip Tegra dari Nvidia terbilang belum merupakan Soc yang dominan di dunia mobile computing yang didominasi oleh Quallcom, Apple, atau Samsung. Sejak terjun di dunia Soc mobile pada tahun 2008 dengan keluarga chip Tegra, Nvidia masih bergelut dengan konsumsi daya Soc-nya yang tidak seefisien pesaingnya.

Bisa dimaklumi mengingat teknologi graphics Nvidia GeForce berawal dari arsitektur desktop pc dan notebook yang tidak seketat smartphone dalam mengelola daya. Kini, dengan hadirnya arsitektur graphics “Maxwell”, Nvidia sepertinya kembali “pede” untuk bersaing di dunia mobile terutama dalam hal performa dan efisiensi daya. Menurut Jen-hsun huang, dengan menggunakan GpU Nvidia, khususnya “Maxwell” ke dalam Soc buatan mereka, para pengembang chip dapat melakukan diferensiasi lebih di antara pesaingnya pada industri sejenis”.

Saat ini Nvidia teah menghadirkan Soc Tegra K1 dengan teknologi GeForce graphics berbasis arsitektur “Kepler” yang ditandem dengan empat ARM cortex-A15 atau dua Nvidia “denver” general-purpose processing core. Adapun Soc Tegra berbasis GpU Maxwell diperkirakan baru akan hadir di tahun 2015.

Lenovo Vibe Z2 Pro Hadir di Indonesia

Lenovo resmi memperkenalkan Vibe Z2 pro. Menurut pihak Lenovo, kamera yang ada pada smartphone berlayar 6 inci (ipS Lcd panel, Qhd 2560×1440 pixel, 490 ppi) ini tidak hanya dapat menghasilkan kualitas foto dengan resolusi tinggi (16 Mp), tapi juga telah dilengkapi dengan fasilitas image stabilization (oiS), dual LEd flash, dan Back-illuminated Sensor.

Fasilitas ini memungkinkan setiap pengguna Vibe Z2 pro bisa melakukan “capture the moment” suatu objek tanpa melewatinya sedikit pun.Selain kemampuan fotonya, Vibe Z2 pro juga sanggup merekam video dengan resolusi 4K (2160p @30fps dengan optical stabilization) yang terlihat natural. Untuk mendukung proses penangkapan gambar dan perekaman video berlangsung yang lebih lama, Lenovo menyertakan baterai Li-polymer 4.000mAh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *