Mama dan Me Time

“Being a full-time mother is one of the highest salaried jobs, since the payment is pure love.” (Mildred B. Vermont). Sebagai ibu di rumah, Mama memang tak punya batasan jam kerja. Dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi, waktunya digunakan untuk mengurus anak-anak, suami, dan segala tetek bengek rumah tangga.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Tak heran, suami dan anak-anak menjadikan Mama sebagai sosok yang paling dicintai dan dikangeni. Pertanyaannya, benarkah seorang ibu tak membutuhkan waktu pribadi untuk menyenangkan diri sendiri? Banyak sekali penelitian soal pembagian waktu pada ibu rumah tangga penuh atau ibu rumah tangga yang bekerja. Salah satunya mengungkapkan, ibu rumah tangga penuh ternyata hanya punya waktu 17 menit untuk dirinya sendiri dalam sehari! Rika Endang Triyani (38), yang akrab disapa Mama Ikoe, mengakui sebagai ibu rumah tangga, waktu 24 jam itu sepertinya enggak pernah cukup.

 

“Saya malah enggak sempet punya me time,” katanya sambil tertawa kecil. “Cuma, buat mengurangi stres, saya selalu melakukan aktivitas rutin sebelum pergi tidur. Merapikan segala pekerjaan rumah; mencuci piring, membersihkan kompor, memasukkan cucian kotor ke mesin cuci, nyiapin baju anakanak, semua saya lakukan malam hari, supaya paginya enggak terlalu stres. Saya jadi tinggal mikir menyiapkan sarapan saja,” ujar Mama dari Adis (11), Alina (6), dan Aaliyah (3) ini. Hal senada diungkapkan Mama Ayu Hardiansyah (38). Ia mengakui setelah memutuskan menjadi full time mom, dirinya justru merasa selalu kekurangan waktu dalam mengurus kebutuhan anak-anak dan rumah.

“Makanya aku merasa jarang bahkan boleh dibilang enggak bisa mendapatkan me time. Aktivitas seperti ke pengajian atau ke salon pun biasanya dilakukan bersama anak-anak.” DILEMA FULL-TIME MOM Psikolog Viera Adella, MPsi. membenarkan berba gai curhatan ini. Para ibu rumah tangga ( full-time mom) menurutnya lebih dilematis dalam memutuskan kapan ia boleh menikmati hal-hal yang sifatnya lebih pribadi. Mengapa? Sebab tak mudah bagi me reka “me ngalahkan” kepenting an melayani keluarga yang datang terus-menerus tanpa henti.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *