“Kecanduan” Mengajar

Setelah mengajari ketiganya, Anton merasa “kecanduan” mengajar. Akhirnya, ia meneruskan kelas ini. Bahkan, walau sekolah ini gratis, ia tidak mengajar setengahsetengah dan sangat profesional. “Sejujurnya, ada kepuasan sendiri saat seseorang yang saya bimbing jadi orang sukses,” ucap Pak’e yang merasa tidak tersaingi saat anak muridnya jauh lebih sukses.

Tak hanya teori, para siswa ini diwajibkan terjun ke lapangan. Mereka juga harus membuat pameran. Yang menarik, foto-foto yang mereka hasilkan tak sekadar bagus, tetapi memiliki pesan. Misalnya, tentang kemanusiaan, pelestarian budaya, pariwisata, adat istiadat, toleransi beragama, dan sebagainya. Dalam mencari objek, tak jarang mereka hunting foto bersama.

Aktivitas komunitas ini tak hanya di dalam, tetapi juga keluar. Mereka pernah bekerja sama dengan pihak lain, seperti Ikatan Arsitek Indonesia, Ikatan Komputer Indonesia, komunitas Taman Langsat, dan sebagainya. Selain hobi tersalurkan, Anton berharap komunitas yang ia bentuk sekaligus dapat membantu siswa memiliki keahlian dan menambah penghasilan dari memotret.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *