Setop Memanjakan Si Kecil bag3

Contoh, pada saat anak tidak sengaja menumpahkan air minumnya di meja, kita jangan buru-buru untuk mengambil lap dan membereskannya, apalagi sambil ngomel-ngomel. Katakan saja, “Yah, Kakak numpahin air, ya. Ayo ambil lap dan kita bereskan sama-sama,” sambil membiarkan anak yang mengambil lap dan membereskan sebisanya. Jadi, anak belajar bahwa sekalipun ia berbuat salah, ada konsekuensi logis yang harus ia terima dan kerjakan sendiri. Kabar baiknya, me latih anak untuk beberapa pekerjaan rumah tangga akan sangat meringankan tugas kita juga, lo.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Nggak apa-apa berantakan pada awal, lambat laun anak akan mulai mampu sendiri menentukan standarnya, sebersih dan sebaik apa yang dia bisa. Masih terkait hal di atas, berikan anak ruang untuk melakukan kesalahan di rumah. Rumah merupakan lingkungan yang relatif bisa dikontrol oleh kita, tetapi bukan berarti kita akan membiarkan anak terpapar bahaya di rumah. Contoh, berjalan di lantai yang baru dipel. Ingatkan anak untuk selalu berhati-hati jika lantai rumah baru dipel.

Namun, pada saat ia terjatuh karena lantai licin, jangan salahkan si anak, apalagi menyalahkan lantainya. Dari pengalaman yang tidak enak itu, anak akan belajar konsekuensi dari berlari pada lantai licin adalah jatuh dan jatuh itu akan terasa sakit. Selanjutnya, anak akan ekstra hati-hati saat ia berjalan di lantai yang baru dipel, atau malah menunggu lantai kering dulu baru lewat. Kemudian, jangan mudah untuk merasa bersalah pada cara kita dalam hal mengasuh dan mendidik anak.

Pada waktu anak menangis karena kita berkata “tidak” untuk keinginannya, bukan berarti kita merupakan orangtua yang buruk. Kita sedang mendidiknya agar siap dalam menghadapi dunia nyata yang lebih keras daripada di rumah. Menbisakan sesuatu yang diinginkan tidak akan terwujud lewat menangis guling-guling, merengek, atau marah-marah. Konsistenlah dengan apa yang kita katakan dan bersepakat dengan pasangan untuk tetap kompak.

Terakhir, jadilah role model yang terbaik bagi anak. Seiring anak tumbuh besar, kita mungkin bukan merupakan satu-satunya panutan yang ia lihat. Ada banyak orang lain yang bisa hadir dan menjadi idolanya. Namun, Mama Papa bisa melakukan satu hal, yaitu menjadi panutan terbaik yang ia miliki.

 

Depresi Kehamilan Pada Papa

Mama yang hamil, kok Papa yang depresi? Hal ini bisa terjadi jika Papa tak mau mengubah pola pikir dan tidak siap mental menghadapi aneka perubahan akibat kehamilan. Bagaimanapun, kehamilan Mama ikut mem- bawa perubahan pada hidup Papa. Dengan kehadiran anak, kemungkinan anda harus menambah penghasilan atau menyiapkan ruangan ekstra di rumah.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Bila Papa tidak siap dengan adanya perubahan-perubahan ini beserta konsekuensi yang mengiringinya, Papa pun bisa mengalami “depresi kehamilan”. Depresi Papa ini umumnya terjadi pada trimester 2 atau awal trimester 3 kehamilan. Dalam Norwegian Mother and Child Cohort Study yang mengikuti tumbuh kembang sebanyak 31.663 anak sejak masih berada di dalam kandungan, sekitar 3% papa dari anak-anak tersebut mempunyai tingkat stres yang tinggi ketika kehamilan istrinya berusia 17 atau 18 minggu.

Tingkat stres yang tinggi ini sangat berhubungan erat dengan masalah perilaku anak mereka ketika menginjak usia 3 tahun. Para peneliti Norwegia ini menduga, calon papa yang terkena depresi bisa memengaruhi pada kondisi mental pasangannya yang tengah hamil dan menyebabkan perubahan hormonal yang bisa memengaruhi kehamilannya.

MENGHINDARI MAMA Gejala depresi kehamilan pada Papa sedikit berbeda dengan Mama. Pada Mama, gejalanya antara lain ditandai dengan tidak nafsu makan, lebih murung dan cenderung menarik diri dari kehidupan sosial, sering menangis, mengalami sulit tidur yang bukan disebabkan faktor fi sik, berhenti melakukan kegiatan yang disukai (misalnya, hobi), hingga penurunan berat badan. Pada Papa, depresi yang dialami membuatnya cen derung menghindari Mama.

Selain itu, Papa akan sering “menjatuhkan” orang lain, bahkan melakukan tindakan kekerasan?termasuk pada istri?sebagai bentuk pertunjukan kekuasaan. Di tempat kerja, Papa kerap mengalami kesulitan berkonsentrasi, lambat menyelesaikan pekerjaan sehing ga sering ditegur atasan atau klien. Padahal, Mama yang sedang hamil sangat membutuhkan dukungan Papa. Semakin tinggi dukungan Papa pada Mama selama mengandung, tingkat komplikasi kehamilan dan risiko kesehatan pada bayi semakin berkurang.

Sumber :

Bayi Tidur Nyenyak Tidak Akan Rewel

sat-jakarta.com – Bayi Mama rewel di pagi hari? Mungkin semalam tidurnya tak nyenyak, sehingga saat bangun, ia merasakan tubuhnya masih tak nyaman. Menurut dr. Catharine M. Sambo, SpA, dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, tidur sama pentingnya dengan makanan bergizi. “Bayi membutuhkan tidur nyenyak berkualitas saat malam untuk membangun fungsi otak, menunjang pertumbuhan fisik, dan berhubungan erat dengan mood mereka saat pagi,” katanya di acara launching LED Billboard raksasa di Mal Taman Anggrek, Jakarta yang menampilkan rangkaian 100 foto bayi Indonesia (18/05).

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Salah satu yang dapat mengganggu tidur nyenyaknya adalah BAK sehingga popok anak basah dan membuatnya kaget kemudian bangun. Karena itulah, untuk menjaga kualitas tidur nyenyak, Febrina Herlambang, Communication Manager P&G Indonesia, mengatakan, bayi perlu menggunakan popok yang bisa kering hingga 12 jam, salah satunya Pampers Baby Dry Pants.

Di acara tersebut hadir tiga artis yaitu Donna Agnesia, Artika Sari Devi dan Gisella Anastasia. Sebagai ibu baru, Gisella menceritakan pengalam annya. Gempita, putri kecilnya, kalau tidur nyenyak di malam hari, maka paginya akan tersenyum ceria. “Senyum ceria Gempi saat ba ngun tidur memulai hari-hari ceria saya dan suami,” kata Gisel yang bersuamikan aktor Gading Marten.

Boneka Jari

Pada 2013, Rochma Indrawati Firdaus (30) memutuskan resign dari tempatnya bekerja, sebuah perusahaan penerbitan di Bandung. Alasannya sederhana, tidak ada yang mengasuh Putri Nurkhodijah Assyahadah (6), buah hatinya, di rumah. “Biarkan suami saya saja yang bekerja, saya menjadi ibu rumah tangga,” ujar istri dari Adhi Dwinata (33) ini. Namun, Rochma bukanlah tipe perempuan yang bisa berdiam diri di rumah.

Aktivitas pun dicarinya. Berbekal modal Rp500 ribu, ia membeli kain fl anel untuk membuat boneka jari. Ia belajar sendiri cara membuatnya. Setelah beberapa kali trial and error, akhirnya Rochma mampu membuatnya dengan baik. Ia namakan produknya ini “Rahma Handmade”. Lambat laun, pesanan semakin banyak dan ia tak bisa mengerjakannya sendiri. Maka, diajaklah para ibu rumah tangga di sekitar rumahnya untuk belajar cara membuat boneka. Gayung pun bersambut.

Saat ini ada sekitar 10 ibu rumah tangga yang aktif membuat boneka jari bersama Rochma. “Supaya efektif dan lebih cepat pengerjaannya, setiap ibu, saya bagi p ekerjaan. Ada yang membuat kepalanya, badannya, kakinya, lalu dirakit di rumah saya,” papar Rochma. Karakter hewan, buah, keluarga, tokoh kartun, pahlawan super, semuanya murni hasil jahitan tangan. Meski begitu, Rochma juga bisa menerima pesanan sesuai keinginan pembeli.

Saat ini Rochma pun kerap dipanggil untuk memberikan workshop pembuatan boneka jari ke berbagai daerah. “Ada yang gratis dengan bahan yang mereka sediakan sendiri, ada pula yang berbayar,” ungkap perempuan kelahiran Malang, 4 Februari 1985 ini.