JEJAK PARA PEMBAJAK

Kota-Bunga.net P ENYANDERAAN warga negara Indonesia yang berlangsung selama 35 hari ber akhir pada Ahad, 1 Mei 2016. Ke sepuluh- – lompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina membebaskan awak tugboat Brahma 12 yang bermuatan batu bara itu. Kini masih ada empat sandera lain, yakni kru kapal Hendry dan Barge Christy. Kedua kapal tersebut dibajak kelompok Abu Sayyaf ketika mengantar batu bara melintasi perairan Laut Sulu di Filipina. Cerita penyanderaan WNI di luar negeri pernah terjadi pada kasus pembajakan pesawat Garuda Indonesia GA 206. Pada Sabtu pagi, 28 Maret 1981, pesawat tujuan Medan itu lepas landas dari Bandar Udara Talangbetutu, Palembang. Baru beberapa menit pesawat mengudara, seorang pria menyerbu kokpit pesawat DC9 Woyla yang diterbangkan Captain Pilot Herman Rante itu.

”Jangan bergerak, pesawat kami bajak…,” ujar Mahrizal, seorang pembajak. Dia meminta pesawat terbang ke Kolombo, Sri Lanka. Permintaan tersebut tidak mungkin dipenuhi karena bahan bakar terbatas. Akhirnya pesawat mendarat di Bandara Don Muang, Thailand. Lima pembajak menguasai pesawat berisi 48 penumpang itu. Beberapa edisi Tempo mengungkap jaringan para pembajak dari kelompok Imran itu. Pada edisi 4 April 1981 dengan judul ”Jejak-jejak Pembajak” dan edisi 11 April 1981 dengan judul ”Wendy, Abu, Icuh dan Ju”. Lalu edisi 18 April 1981 dengan tajuk ”Menunggu di Kotamatsum Komando” dan edisi 25 April 1981 dengan judul ”Komando Jihad Sudah Selesai”. Selain Mahrizal, pembajak lain adalah Wemby, Sofyan, Zulfikar, Masri, dan Machyuddin.

Mereka menuntut pemerintah Indonesia membebaskan rekan-rekan mereka yang ditahan dalam kasus penyerbuan markas polisi di Cicendo, Bandung, yang menewaskan tiga anggota Kepolisian RI. Tempo menelusuri jejak para pembajak dan pemimpinnya, Imran bin Muhammad Zein. Siapakah Imran, yang ditangkap di Jawa Barat beberapa hari setelah pembajakan? Namanya mencuat setelah ”Peristiwa Masjid Istiqamah”, yang terjadi pada 4 Agustus 1980. Hari itu di Masjid Istiqamah, yang juga masjid favorit remaja Bandung, terjadi keributan. Acara ”kaderisasi” yang hari itu berlangsung ternyata berubah menjadi ajang caci-maki terhadap para ulama dan pemerintah. Di Masjid Istiqamah, anggota pengajian yang berjumlah sekitar 500 berasal dari Bandung dan Cimahi. Yang masuk kelompok mereka harus dibaiat—prasetya—dan mengganti atau menambah namanya dengan nama sahabat Nabi. Prasetya tadi ditujukan kepada Imran bin Muhammad Zein, yang dianggap imam mereka. Majelis Ulama Jawa Barat beberapa bulan sebelumnya melaporkan kegiatan kelompok yang dianggap ”agak aneh” itu kepada pemerintah.

Sekitar dua bulan lalu, kelompok ini dikabarkan terlibat dalam kasus penusukan terhadap dr Syamsuddin, salah satu pengurus masjid. Akibatnya, 11 orang anggota kelompok ini ditahan Laksusda Jawa Barat. Kelompok ini disebut juga terlibat dalam peristiwa penyerangan pos polisi Cicendo, Bandung, yang menewaskan tiga anggota Polri. Kabarnya kelompok ini pernah mengobrak-abrik kompleks pelacuran di Bandung. Seusai Peristiwa Istiqamah, Tempo pernah mewawancarai Imran, 31 tahun, yang mengakui kelompoknya termasuk ekstrem. Imran, yang lahir di Bukittinggi, pada 1971-1976 berada di Arab Saudi untuk belajar agama kepada para ulama di sana.

”Saya tidak belajar secara sistematis seperti di universitas. Bagi saya, yang penting materi agama itu sendiri, bukan cara memperolehnya,” ujarnya. Imran menegaskan bahwa ia hanya berpegang pada Al-Quran dan Hadis. ”Saya ingin agama itu pada bentuknya yang asli. Saya tidak senang agama dipolitikkan. Adapun tata cara hidup bernegara, agama Islam ada mengaturnya,” kata Imran, yang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam kasus pembajakan pesawat Garuda. ”Karena itu, saya sudah tidak yakin dengan kepemimpinan yang tua-tua. Sebab, kalau mereka itu benar-benar dalam melaksanakan agama, tidak mungkin kami menghadapi kenyataan keadaan seperti sekarang ini,” katanya. Pada 1983, Imran dihukum gantung. Dua rekan kelompok Imran, yaitu Maman Kusmayadi dan Salman Hafidz, bernasib serupa.

GEMPA SUSULAN MASIH MENGANCAM

GEMPA SUSULAN MASIH MENGANCAM GEMPA rika Serikat menyatakan gempa berkekuatan 7,8 skala Richter dengan ke dalaman 19 kilometer. Pusat gempa terletak 170 kilometer di barat laut Ibu Kota Quito. susulan masih mengguncang Ekuador. Badan Survei Geologi Ame- – Dua gempa susulan skala besar hingga berkekuatan 6,2 skala Richter terjadi pekan lalu menyertai 135 gempa susulan sebelumnya. Sekitar 25 ribu warga masih berlindung di tempat-tempat pengungsian. Hingga pekan lalu, 570 orang tewas, 155 hilang, dan 7.015 luka-luka. Sebagian besar kematian ditemukan di tiga kota di pesisir Ekuador, Manta, Portoviejo, dan Pedernales. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Quito melaporkan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban. Dari 45 WNI yang berada di Ekuador, sebagian besar tinggal di wilayah pegunungan.

Presiden Rafael Correa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai US$ 3 miliar (sekitar Rp 39,48 triliun). Bencana tersebut memperburuk kondisi perekonomian Ekuador. Bahkan sebelum terjadi pun Bank Dunia memperkirakan ekonomi Ekuador mengerut sebesar dua persen tahun ini akibat turunnya harga minyak dunia.

LAWATAN DI TENGAH KETEGANGAN

LAWATAN DI TENGAH KETEGANGAN

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengunjungi sekutu lamanya di Timur Tengah, Raja Salman dari Arab Saudi, pekan lalu. Lawatan itu dilakukan dalam rangkaian perjalanan sebelum menghadiri pertemuan puncak Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Pertemuan dengan Raja Salman dibayangi rencana Kongres Amerika Serikat untuk meloloskan undang-undang yang memungkinkan warga menggugat pemerintah Arab Saudi terkait dengan serangan 11 September 2001 di New York.

Washington juga tengah didesak untuk merilis dokumen 28 halaman laporan Kongres pada 2002 yang mengimplikasikan keterlibatan Arab Saudi dalam rencana serangan 11 September. Lima belas dari 19 pelaku serangan 9/11 adalah warga negara Saudi. Riyadh telah mengancam menjual asetnya senilai US$ 750 miliar jika Kongres mengesahkan rancangan undang-undang itu. Namun Gedung Putih telah mengindikasikan Obama tidak akan segan-segan memveto, meski membantah hal itu akibat tekanan dari Saudi.

Suryo Tan Bilang Uangnya Sudah Diberikan Bagian 2

Kapan mulai timbul konflik? Sejak akhir 2014. Kami mengecek ke lapangan. Ternyata, bukannya menyelesaikan masalah, dia malah membuat masalah baru. Pada 2015, hampir 8.000 hektare lahan kami di Paser diblokir polisi. Sewaktu kami mencoba minta dibuka kembali, ternyata blokir itu atas permintaan Suryo sendiri. Belakangan, kami tahu dia ingin menguasai lahan itu.

Mengapa Suryo diberi saham? Setiap kali bertemu dengan bupati, Suryo bilang yang diurus adalah perusahaannya. Kemudian dia meminta saham supaya benar-benar dilihat sebagai pemegang saham.

Suryo juga ditugasi mengurus lahan yang diambil alih perusahaan tambang? Awalnya kami bernegosiasi, tapi gagal. Jadi dia bilang akan menggunakan polisi untuk mengambil alih lahan itu.

Soal permintaan uang untuk petinggi kepolisian? Izin tambang mau tak mau menyangkut soal hukum. Kalau sudah bicara hukum, ya, pasti ke polisi. Suryo bilang sebaiknya ada uang yang diberikan ke polisi. Dia meminta Rp 14 miliar untuk Komisaris Jenderal Budi Gunawan, yang saat itu Kepala Lembaga Pendidikan Polri, guna membantu menyelesaikan persoalan perusahaan. Uang itu untuk menekan perusahaan tambang supaya mau menjual murah tanah yang sebetulnya milik kami. Suryo mau menggunakan polisi untuk membuat pressure. Kalau tidak salah, permintaan itu pada 2014.

Apa alasan yang diberikannya untuk Budi Gunawan? Suryo pernah mengajak saya berkenalan dengan Budi Gunawan di sebuah restoran di Bali pada akhir November 2012. Waktu itu, Budi adalah Kepala Kepolisian Daerah Bali. Memang tak membicarakan apa-apa. Waktu itu, Suryo cuma mau menunjukkan yang dia kenal dan bisa membantu kami.

Bagaimana dengan perwira tinggi lain? Menurut Suryo, Anas Yusuf—ketika itu Kepala Polda Kalimantan Timur, kini Gubernur Akademi Kepolisian—juga bisa membantu menyelesaikan masalah. Kami diminta mengeluarkan Rp 6,05 miliar untuk Anas.

Anda pernah menanyakan kepada Suryo apakah uang itu sampai? Pernah. Dia bilang uang sudah diberikan ke mereka.

Anda yakin uang itu sampai? Saya yakin ada uang yang sampai. Tapi, kalau semuanya, saya tidak yakin dan tidak berani menjamin.

Suryo Tan Bilang Uangnya Sudah Diberikan

LOW Kok Thye tak pernah menyangka Suryo Tan bakal mengkhianati kepercayaannya. Bos perusahaan Malaysia, Southern Keratong Plantation Sdn Bhd, itu menganggap Suryo telah menipunya dalam pengurusan hak guna lahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Warga Malaysia yang biasa dipanggil Nick Low atau Dr Nick itu menceritakan kasus yang membuat dia bersengketa dengan Suryo. Kepada Anton Aprianto dan Prihandoko dari Tempo, Nick menjelaskan semuanya dalam wawancara di Hotel Sheraton Grand, Jakarta Selatan, Rabu dua pekan lalu.

Bagaimana Anda bisa mengenal Suryo Tan? Perusahaan kami punya masalah tanah telantar pada akhir 2011. Kami tidak mengerti cara mengurusnya. Kemudian Raymond Wong, pengacara perusahaan, mengaku mengenal orang yang bisa membantu mengurus masalah itu. Namanya Suryo Tan. Kami cek background-nya. Memang sempat banyak masalah, tapi empatlima tahun terakhir dia bersih.

Kapan pertama kali bertemu? Akhir November 2011 di Hotel Century, Jakarta. Kami tak membicarakan apa-apa. Suryo cuma bilang sudah bertobat, bahkan dia membawa Alkitab. Setelah itu, kami beberapa kali bertemu. Dia mau membantu kami dan mulai bekerja pada Mei 2012.

Apa tugas Suryo? Dia membantu menyelesaikan masalah tanah telantar saja. Dia juga menjadi komisaris. Kami mendukung dia dengan memberikan mobil dan biaya operasional. Enam bulan pertama, dia memang bekerja dengan transparan. Banyak masalah yang selesai. Tapi, setelah itu, dia selalu menghalangi kami bertemu dengan orang yang terkait dengan pengurusan lahan. Salah satunya bupati.

Apa alasan Suryo? Dia bilang orang-orang itu tidak suka kepada kami. Waktu itu, ada masalah antiMalaysia terkait dengan Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. Dia mengaku sebagai orang Indonesia, bukan Singapura.

Tips Memilih Supplier Jual Genset Surabaya Yang Terpercaya

Tips Memilih Supplier Jual Genset Surabaya Yang Terpercaya – Genset sangat dibutuhkan di kota Surabaya sebagai penggerak perekonomian disana. Para pelaku usaha mulai dari usaha mikro , usaha menengah hingga Perusahaan besar membutuhkan genset. Genset diproduksi dengan berbagai kapasitas sehingga setiap pelaku usaha tersebut dapat membeli genset sesuai dengan banyaknya listrik yang dibutuhkan.

Genset itu sendiri menggunakan bahan bakar yang berbeda-beda tergantung kapasitasnya. Genset dengan kapasitas yang kecil pada umumnya menggunakan bahan bakar bensin. Karena bensin bahan bakar dengan harga yang sangat murah dan sangat mudah untuk didapatkan. Dan untuk genset dengan kapasitas yang cukup besar menggunakan bahan bakar solar atau gas.

Beberapa tips singkat yang bisa dilakukan dalam hal membeli genset untuk para pelaku usaha mikro dan menengah. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengukur seberapa banyak listrik yang dibutuhkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghitung banyaknya barang elektronik yang digunakan. Perhitungan banyaknya kapasitas per alat elektronik kemudian menjumlahnya. Dengan begitu tidak akan salah dalam hal memilih kapasitas listrik yang dibutuhkan.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah merk genset yang terbaik. Banyak sekali merk genset yang ada pastikan Anda memilih merk yang memiliki kualitas mesin yang awet. Sehingga genset dapat bertahan dalam waktu yang lama. Hal selanjutnya yang harus diperhatikan untuk memilih suplier jual genset di Surabaya yang terpercaya adalah suplier atau agen penjual genset itu sendiri. Tidak semua suplier genset memberikan potongan harga dan after sales yang baik. untuk itulah perlu adanya survei terlebih dahulu.

Survei yang dilakukan tidak hanya pelayanan saja, akan tetapi juga perbandingan harga antara suplier satu dengan yang lainnya. Disamping itu juga ketersedian barang juga diperhatikan, sehingga ketika membeli genset dapat dipastikan bahwa genset dengan kapasitas yang diinginkan dan harga yang sudah deal tersedia. Jadi Anda tidak perlu untuk menunggu lagi kapan barang sampai atau siap untuk dibeli.

Hal terakhir adalah tempat genset yang harus disiapkan. Sebelum pengiriman sebaiknya Anda menyiapkan tempat yang cukup instalasi genset. Besarnya ukuran genset tergantung pada kapasitasnya, semakin besar kapasitas genset semakin besar pula ukurannya.

Nah itulah, beberapa tips memilih suplier jual genset di Surabaya yang terpercaya untuk Anda yang bisa diperhatikan setiap kali akan membeli genset di Surabaya.

Anggaran Infrastruktur Juga Akan Naik Bagian 2

Badan Pusat Statistik mencatat impor bahan baku komponen proyek infrastruktur, seperti besi baja dan mesin, melonjak dan ikut mendorong defisit neraca perdagangan Indonesia pada semester pertama lalu. Rapat kabinet pada Selasa pekan lalu pun memutuskan akan meninjau ulang sejumlah proyek infrastruktur lantaran tekanan juga kian besar terhadap neraca pembayaran. Penundaan diutamakan pada proyek yang memiliki ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Terus melebarnya defisit transaksi berjalan (CAD)— menurut Bank Indonesia bakal mencapai US$ 25 miliar tahun ini—dinilai memperberat upaya stabilisasi nilai tukar rupiah. Kemarin, Staf Ahli Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur, Bambang Prijambodo, kembali menegaskan bahwa pengurangan impor dalam pembangunan akan diberlakukan pada proyek berskala kecil.

Dengan begitu, kata dia, penundaan tak akan berdampak besar terhadap perekonomian nasional. “Contoh ekstremnya di daerah terpencil yang tidak menggerakkan ekonomi,” kata dia. Bambang belum dapat merincikan proyek yang dimaksud. Yang jelas, kata dia, impor untuk pembangunan infrastruktur masih akan dilakukan kendati disortir oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional berdasarkan kebutuhan.

“Pilihannya hanya impor yang banyak memberikan dampak besar ke ekonomi,” ujarnya. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Herry Trisaputra Zuna, pun memastikan penundaan tak akan dilakukan pada proyek pembangunan jalan tol. Sebab, kata dia, komponen pembangunan jalan tol tidak menggunakan bahan impor. “Kriterianya kalau dilihat komponen impor. Kalau jalan tol, komponen impornya di mana?” kata Herry di kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kemarin.

Anggaran Infrastruktur Juga Akan Naik

Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur yang mendominasi rencana kerja lima tahun Presiden Joko Widodo akan berlanjut tahun depan. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan infrastruktur tetap akan dibangun meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2019 akan diprioritaskan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurut Pramono, bujet untuk infrastruktur akan naik tahun depan. “Angkanya (kenaikan) di atas Rp 110 triliun,” ujarnya seusai rapat kabinet di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Dalam rapat ini, Presiden Joko Widodo bersama para menteri membahas finalisasi Nota Keuangan 2019 yang akan dibacakan di Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis pekan depan. Pramono mengatakan anggaran infrastruktur tahun depan akan dialokasikan secara merata, seperti infrastruktur darat, laut, dan udara. “Kemudian juga berkaitan dengan penyediaan sekolah dasar, sekolah menengah pertama yang sekarang ini banyak terbengkalai,” kata dia.

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 410,4 triliun untuk program infrastruktur, atau 18,48 persen dari total belanja dalam APBN 2018. Angka ini meningkat 5,2 persen dibanding bujet infrastruktur tahun lalu sebesar Rp 390,2 triliun. Jika rencana kenaikan minimal Rp 110 triliun disetujui kelak dalam pembahasan RAPBN 2019, anggaran infrastruktur akan tumbuh 26,8 persen. Anggaran infrastruktur meningkat paling tajam pada APBN 2015, yakni sebesar 65,6 persen, menjadi Rp 256,1 triliun. Upaya pemerintah menggeber pembangunan bela kangan mendapat tantangan baru.

Ukuran Kecil dengan tingkat efsiensi besar

Melalui Ford Fiesta, Ford Motor Indonesia mem perkenalkan mesin dengan teknologi EcoBoost. Teknologi mesin yang diyakini dapat menghe mat bahan bakar cukup besar ini merupakan salah satu kebanggaan dari Ford Motor Company. EcoBoost sendiri merupakan bagian dari sistem turbocharger. Turbocharger merupakan sebuah komponen dalam mesin yang bekerja seperti turbin guna meningkatkan kekuatan mesin melalui tambahan injeksi udara ke dalam combustion chamber.

Baca juga : Net89

Melalui sistem ini akan dihasilkan komposisi bahan bakar yang pas sehingga tingkat penggunaan bahan bakar dapat dihemat hingga 20 persen dari keadaan normal. Untuk Ford Fiesta yang ada di Indonesia, EcoBoost 1.0 litre ini diterapkan pada mesin dengan sistem tiga silinder segaris (in-line three cylinder). Walaupun memiliki kapasitas 1000 cc, mesin dengan teknologi EcoBoost 1.0 litre ini sanggup menghasilkan tenaga hingga 125 PS (sekitar 92 Kw).

Tenaga sebesar ini tentu tidak kalah dengan jenis mesin 4 silinder yang digunakan oleh Ford Fiesta 1.5 litre. Pada mesin tiga silinder, biasanya dua silinder bergerak secara bersamaan dan satu silinder lagi bergerak sendiri. Hal inilah yang kadang mengakibatkan mesin bergoyang ke sisi kanan dan kiri. Produsen kendaraan lain biasanya mengakali ketidakstabilan ini dengan menambahkan poros pengimbang. Namun, poros ini tentu menambah bobot kendaraan sehingga mengorbankan efeisiensi bahan bakar.

Berbeda dengan solusi EcoBoost dari Ford. Mereka justru sengaja membuat mesin tidak seimbang sehingga dapat memaksakan getaran ke arah yang kurang sensitif. Selanjutnya, guna mengurangi getaran sisa, Ford menggunakan solusi lainnya, seperti menggunakan sistem peredaman mesin yang lebih baik, mendesain mesin yang eksklusif sehingga dapat mengurangi getaran, merancang kopling dan flywheel dengan desain khusus, hingga membuat struktur mesin yang kompak sehingga dapat meminimalkan kebisingan lebih optimal. Ford Motor Company ini sendiri sebenarnya tidak hanya diterapkan pada mesin tiga silinder. Ford membuat juga EcoBoost I-4 untuk mesin 1.5 litre, 1.6 litre, 2.0 litre, V-6, dan V-8.

Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Manusia bagian 2

Untuk menopang belanja yang banyak mengalami peningkatan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bersama Kementerian Keuangan bakal menyisir anggaran belanja kementerian dan lembaga yang kurang bermanfaat luas terhadap perekonomian. Setidaknya bakal ada pendisiplinan belanja sebanyak Rp 34 triliun. Di sisi fiskal, Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan negara menembus Rp 2.000 triliun sebagaimana bujet belanja. Selama ini, penerimaan negara selalu di bawah Rp 1.900 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak menampik kerja keras diperlukan agar defisit negara tetap terjaga. Karena itu, dia akan mengajak Direktur Jenderal Pajak dan Direktur Jenderal BeaCukai ke pertemuan internasional seperti G-20 dan Bank Dunia. “Biar mereka lihat langsung bagaimana dunia berubah ke arah digitalisasi, supaya bisa segera ekstensifikasi pajak dengan cepat,” ujar Sri, Senin malam lalu.

Direktur Riset Center of Reform on Economics Indonesia, Piter Abdullah, pesimistis gambaran besar program peningkatan kualitas SDM bisa berjalan lancar. Menurut dia, perlu ada kepastian adanya perubahan koordinasi dan kerja sama antar-kementerian dan lembaga yang lebih baik. “Kalau soal dana, banyak dana abadi yang bisa digunakan. Tapi kalau lihat implementasi dana bergulir untuk usaha kecil-menengah malah saling tumpang-tindih dan berjalan sendiri-sendiri,” kata Piter.