Ukuran Kecil dengan tingkat efsiensi besar

Melalui Ford Fiesta, Ford Motor Indonesia mem perkenalkan mesin dengan teknologi EcoBoost. Teknologi mesin yang diyakini dapat menghe mat bahan bakar cukup besar ini merupakan salah satu kebanggaan dari Ford Motor Company. EcoBoost sendiri merupakan bagian dari sistem turbocharger. Turbocharger merupakan sebuah komponen dalam mesin yang bekerja seperti turbin guna meningkatkan kekuatan mesin melalui tambahan injeksi udara ke dalam combustion chamber.

Baca juga : Net89

Melalui sistem ini akan dihasilkan komposisi bahan bakar yang pas sehingga tingkat penggunaan bahan bakar dapat dihemat hingga 20 persen dari keadaan normal. Untuk Ford Fiesta yang ada di Indonesia, EcoBoost 1.0 litre ini diterapkan pada mesin dengan sistem tiga silinder segaris (in-line three cylinder). Walaupun memiliki kapasitas 1000 cc, mesin dengan teknologi EcoBoost 1.0 litre ini sanggup menghasilkan tenaga hingga 125 PS (sekitar 92 Kw).

Tenaga sebesar ini tentu tidak kalah dengan jenis mesin 4 silinder yang digunakan oleh Ford Fiesta 1.5 litre. Pada mesin tiga silinder, biasanya dua silinder bergerak secara bersamaan dan satu silinder lagi bergerak sendiri. Hal inilah yang kadang mengakibatkan mesin bergoyang ke sisi kanan dan kiri. Produsen kendaraan lain biasanya mengakali ketidakstabilan ini dengan menambahkan poros pengimbang. Namun, poros ini tentu menambah bobot kendaraan sehingga mengorbankan efeisiensi bahan bakar.

Berbeda dengan solusi EcoBoost dari Ford. Mereka justru sengaja membuat mesin tidak seimbang sehingga dapat memaksakan getaran ke arah yang kurang sensitif. Selanjutnya, guna mengurangi getaran sisa, Ford menggunakan solusi lainnya, seperti menggunakan sistem peredaman mesin yang lebih baik, mendesain mesin yang eksklusif sehingga dapat mengurangi getaran, merancang kopling dan flywheel dengan desain khusus, hingga membuat struktur mesin yang kompak sehingga dapat meminimalkan kebisingan lebih optimal. Ford Motor Company ini sendiri sebenarnya tidak hanya diterapkan pada mesin tiga silinder. Ford membuat juga EcoBoost I-4 untuk mesin 1.5 litre, 1.6 litre, 2.0 litre, V-6, dan V-8.

Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Manusia bagian 2

Untuk menopang belanja yang banyak mengalami peningkatan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bersama Kementerian Keuangan bakal menyisir anggaran belanja kementerian dan lembaga yang kurang bermanfaat luas terhadap perekonomian. Setidaknya bakal ada pendisiplinan belanja sebanyak Rp 34 triliun. Di sisi fiskal, Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan negara menembus Rp 2.000 triliun sebagaimana bujet belanja. Selama ini, penerimaan negara selalu di bawah Rp 1.900 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak menampik kerja keras diperlukan agar defisit negara tetap terjaga. Karena itu, dia akan mengajak Direktur Jenderal Pajak dan Direktur Jenderal BeaCukai ke pertemuan internasional seperti G-20 dan Bank Dunia. “Biar mereka lihat langsung bagaimana dunia berubah ke arah digitalisasi, supaya bisa segera ekstensifikasi pajak dengan cepat,” ujar Sri, Senin malam lalu.

Direktur Riset Center of Reform on Economics Indonesia, Piter Abdullah, pesimistis gambaran besar program peningkatan kualitas SDM bisa berjalan lancar. Menurut dia, perlu ada kepastian adanya perubahan koordinasi dan kerja sama antar-kementerian dan lembaga yang lebih baik. “Kalau soal dana, banyak dana abadi yang bisa digunakan. Tapi kalau lihat implementasi dana bergulir untuk usaha kecil-menengah malah saling tumpang-tindih dan berjalan sendiri-sendiri,” kata Piter.

Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Manusia

Setelah empat tahun berfokus pada infrastruktur, pemerintah akan memprioritaskan arah pembangunan ke sektor sumber daya manusia pada 2019. Belanja negara untuk pengembangan SDM direncanakan meningkat tahun depan. “Jadi Rp 14 triliun dari tahun lalu yang cuma Rp 10 triliun,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro selepas rapat finalisasi rancangan nota keuangan 2019 di Istana Negara Jakarta, kemarin. Bambang mengatakan, jika diterjemahkan, anggaran penguatan sumber daya manusia sebenarnya tak jauh dari pembangunan infrastruktur.

Sarana gedung sekolah dan penunjang pendidikan lainnya tetap akan menjadi prioritas pembangunan. Bedanya, kementerian dan lembaga sektoral diminta untuk menyokong berbagai program yang bisa menyuplai pendidikan dan pelatihan vokasi sektoral, seperti pariwisata. Sebelumnya, Bambang juga mengatakan pemerintah bakal memfokuskan belanja negara ke bidang bantuan sosial dan program subsidi. Anggaran program Keluarga Harapan akan ditingkatkan dari belasan triliun menjadi Rp 31 triliun. “Jumlah penerima tetap 10 juta keluarga,” kata dia.

Tambahan diberikan lantaran standar kemiskinan juga meningkat naik menjadi Rp 400 ribu per orang. Adapun harga bahan bakar minyak dan tarif listrik turut dipastikan tak naik tahun depan. Fungsi pembangunan SDM juga bakal dialirkan melalui program dana desa. Menteri Desa, Penanggulangan DaerahTertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan pihaknya berpeluang meningkatkan alokasi dana desa dari Rp 60 triliun menjadi Rp 73–85 triliun. “Program padat karya tunai melibatkan langsung masyarakat sekitar dalam pembangunan irigasi, sekolah, dan infrastruktur penting lainnya,” ujar Eko, seperti yang dilansir situs kementeriannya.

Produk Memukau Harga Terjangkau

Teknorus.com – Smartfren seolah tak ingin berhenti untuk berinovasi. Empat produk yang digelontorkan ke pasar memiliki diferensiasi yang menyolok. Teknologi Snapdragon Audio+ menjadi pendongkrak suara saat digunakan bermusik. Otomatis, ftur ini menjadi nilai tambah dibandingkan kompetitor di kelasnya. Poin positif lainnya ada pada Snapdragon Quickcharge. Fitur ini bisa memangkas waktu charging 30% lebih singkat dibandingkan sebelumnya.

Baca juga : Gambar Keren

Selain itu, seperti seri Andromax lainnya, Smartfren Andromax C2, Andromax G2, Andromax i3 dan Andromax i3S, juga didukung oleh konektivitas EV-DO. Smartfren Andromax C2 hadir untuk memenuhi keinginan pasar di kelas entry level yang memiliki kocek terbatas. Smartphone yang memiliki dua pilihan warna, hitam dan putih ini cukup powerful di jeroan. Terbukti, prosesor Snapdragon Dual Core 1,2 GHz Cortex A7, memori internal 4 GB dan OS Android 4.3 Jelly Bean disematkan dan ditambah dengan ftur Dolby Digital Plus.

Pada Andromax G2 ftur yang ditawarkan lebih tinggi lagi. Menggunakan prosesor Snapdragon Quad Core 1,2 GHz Cortex A7, memori internal 4 GB, RAM 512 MB, OS Android 4.3 Jelly Bean serta layar seluas 4,5 inci, performa G2 jauh lebih mumpuni untuk beraktivitas gaming dan multimedia. Sementara untuk i3 dan i3s, spesifkasi yang dimiliki setara. Keduanya sama-sama didukung prosesor Snapdragon Quad Core 1,2 GHz Cortex A7, memori internal 4 GB, RAM 1 GB, kamera belakang 5 MP dengan ?ash dan kamera depan 1,3 MP. Pembedanya, ada pada desain dan teknologi audio yang ada di tubuh i3 dan i3s.

Teknologi Dolby Digital Sound dimiliki i3, sedangkan DTS Audio ditanamkan pada i3s. Dengan keandalan dalam bermusik, petualangan game dan multimedia menjadi lebih seru. Keempat ponsel diberikan paket khusus, yakni kartu perdana Smartfren + gratis paket data 600 MB selama 7 hari. Hanya banderol masing-masing tipe berbeda-beda. Untuk Smartfren C2 dilego dengan harga Rp749.000, G2 seharga Rp1.199.000, i3 dan i3s berbanderol Rp1.499.000. Semuanya sudah termasuk PPN.

Mini router Tak Cuma itu, Smartfren pun menyediakan Mini Router Smartfren Connex M1 sebagai solusi internetan berjamaah. Produk ini dapat bertindak menjadi hotspot mini router yang dapat dikoneksikan sampai enam perangkat. Hebatnya lagi, perangkat ini bisa difungsikan sebagai wireless storage hingga 32 GB menggunakan kartu memori dan Power Bank berkapasitas 4.400 mAh. Mini Router Smartfren Connex M1 dapat dibawa pulang tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, hanya Rp499.000 (termasuk PPN). Paket penjualan yang telah termasuk bonus layanan data volume based EVO 6 GB.

“Kecanduan” Mengajar

Setelah mengajari ketiganya, Anton merasa “kecanduan” mengajar. Akhirnya, ia meneruskan kelas ini. Bahkan, walau sekolah ini gratis, ia tidak mengajar setengahsetengah dan sangat profesional. “Sejujurnya, ada kepuasan sendiri saat seseorang yang saya bimbing jadi orang sukses,” ucap Pak’e yang merasa tidak tersaingi saat anak muridnya jauh lebih sukses.

Tak hanya teori, para siswa ini diwajibkan terjun ke lapangan. Mereka juga harus membuat pameran. Yang menarik, foto-foto yang mereka hasilkan tak sekadar bagus, tetapi memiliki pesan. Misalnya, tentang kemanusiaan, pelestarian budaya, pariwisata, adat istiadat, toleransi beragama, dan sebagainya. Dalam mencari objek, tak jarang mereka hunting foto bersama.

Aktivitas komunitas ini tak hanya di dalam, tetapi juga keluar. Mereka pernah bekerja sama dengan pihak lain, seperti Ikatan Arsitek Indonesia, Ikatan Komputer Indonesia, komunitas Taman Langsat, dan sebagainya. Selain hobi tersalurkan, Anton berharap komunitas yang ia bentuk sekaligus dapat membantu siswa memiliki keahlian dan menambah penghasilan dari memotret.

Tak Sekadar Pendidikan Fotografi

Bukan hanya berkumpul, anggota komunitas ini belajar fotografi dengan serius. Hebatnya, kelas selalu diadakan pukul 6 pagi! Pagi ini cuaca Jakarta sepertinya tak bersahabat. Tak ada tanda-tanda sinar matahari akan muncul ke permukaan karena langit tertutup awan kelabu. Rasanya, lebih enak tetap berada di tempat tidur. Tetapi, hal ini tidak mungkin dilakukan. Ada janji yang harus didatangi, yaitu bertemu teman-teman di Komunitas Kelas Pagi Jakarta.

Baca juga : Jual Genset Jakarta

Komunitas Kelas Pagi Jakarta adalah kumpulan orang-orang yang serius ingin belajar fotografi , tanpa adanya batasan umur, status sosial, dan latar belakang pendidikan. Adalah Anton Ismail, pendiri Kelas Pagi yang berprofesi sebagai fotografer dan koki ini, yang menjadi penggagas utama sekaligus pengajar utama di komunitas ini.

Di sepanjang jalan, ada beberapa hal yang terus mengusik pikiran saya. Kenapa komunitas ini harus melakukan aktivitas di pagi buta? Bagaimana menjaga konsistensi, karena kelas selalu dimulai jam 6 pagi? Bukan rahasia umum, belajar berbayar saja bisa membuat orang bolos, apalagi gratis?

Dituntut Disiplin Waktu

Nyatanya, semua siswa Kelas Pagi selalu rajin datang. Anton Ismail sendiri sangat disiplin. Bahkan, khusus untuk kelas baru ini, ia mulai memberlakukan pola berbeda. Jika satu orang tidak masuk tanpa mengabari lewat SMS, maka 1 angkatan akan dibubarkan. Selain itu, jika sebelumnya dia membuka kelas tanpa ada batasan jumlah, kali ini, ia hanya merekrut 50 orang, yang telah lulus tes tulis dan wawancara.

Bukan tanpa alasan, selepas tahun 2009–2013, jumlah siswa meningkat pesat hingga ratusan dalam 1 angkatan. Proses belajar mengajar jadi kurang efektif dan kurang fokus. Ia pun akhirnya memutuskan untuk melakukan sistem penyaringan yang ketat. “Saya tidak akan memilih dia yang sudah pintar fotografi , tetapi saya akan memilih dia yang benar-benar memiliki niat untuk belajar fotografi , memiliki disiplin, komitmen, dan tekad maju. Enggak masalah dia bodoh dengan dunia fotografi , enggak punya kamera, apapun latar pendidikan dan profesi, umur tua atau muda, single atau sudah menikah,” ucap Pak’e— begitu Anton dipanggil oleh para siswanya.

Kenapa Jam 6?

Kelas selalu dimulai dari jam 6 pagi. Hal ini dimaksudkan agar mereka yang tertarik belajar fotografi , masih bisa mengikuti Kelas Pagi, lalu beraktivitas normal. “Enggak ada yang terkorbankan waktunya. Saya bisa membagi ilmu, siswa mendapat ilmu, dan kita semua masih bisa beraktivitas seperti biasanya,” ucap Pak’e.

Menurutnya, kelas ini awalnya terbentuk karena ia ingin mengajari 3 temannya, yaitu Ibob, Acong, dan Niko. Karena bingung menentukan waktunya—siang dan malam ia ada pekerjaan memotret—akhirnya disepakati kelas dimulai pagi jam 6. Inilah asal mula nama “Kelas Pagi”.