Ujian Dahlan Iskan

MANTAN Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan tersandung perkara. Pada 27 Oktober lalu, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan dia sebagai tersangka kasus penjualan aset PT Panca Wira Usaha. Dahlan menjadi direktur utama badan usaha milik daerah Jawa Timur itu pada 2000-2010. Belakangan, Kejaksaan Agung juga membidik Dahlan dalam kasus pengadaan 16 unit mobil listrik untuk Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pasifk 2013. Dalam sejumlah kesempatan, Dahlan mengatakan telah bekerja sesuai dengan aturan dan tidak pernah mencari keuntungan pribadi.

Tipu tipu taat pribadi

KEPOLISIAN Daerah Jawa Timur menangkap pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi pada 22 September lalu. Taat Pribadi, 46 tahun, diduga menjadi otak pembunuhan dua pengikutnya, Ismail Hidayah dan Abdul Ghani. Sebelum dibunuh, korban mengadu ke polisi dan membongkar kedok penipuan Taat terhadap puluhan ribu pengikutnya. Sejak padepokan itu berdiri di Probolinggo, Jawa Timur, pada 2007, pengikut Taat telah menyetor mahar ratusan ribu hingga miliaran rupiah karena termakan iming-iming penggandaan uang.

Drama Sidang ‘Sianida’ Jessica Bagian 2

Pengacara Jessica, Otto Hasibuan dkk, mempertanyakan bukti jaksa. Sianida 0,2 miligram, yang dosisnya tak mematikan, diambil dari tubuh Mirna tiga hari setelah kematiannya. Ketika polisi mengambil cairan lambung Mirna, sekitar 70 menit setelah kematiannya, tak ada unsur sianida. Sedangkan CCTV tak membuktikan Jessica menaruh racun di kopi Mirna.

Setelah 32 kali menyidangkan perkara yang disiarkan langsung tiga stasiun televisi ini, pada 27 Oktober lalu, hakim Kisworo, Binsar Gultom, dan Partahi Tulus Hutapea memvonis Jessica bersalah. Lemahnya bukti dan tak adanya saksi yang melihat Jessica menaruh racun tak mengurangi keyakinan majelis hakim untuk menghukum dia 20 tahun penjara. Jessica mengajukan permohonan banding. “Kami menunggu putusan,” kata Otto, Selasa pekan lalu.

Drama Sidang ‘Sianida’ Jessica

KALAU ada yang bisa disebut “bintang” kasus kriminal pada 2016, dialah Jessica Kumala Wongso. Perempuan 28 tahun ini didakwa membunuh Wayan Mirna Salihin, teman kuliahnya di Sydney, Australia. Jessica dituduh memasukkan racun sianida ke es kopi yang diminum Mirna, 28 tahun, di kafe Olivier, Jakarta, pada 6 Januari lalu. Pengusutan kasus ini tak berjalan mulus. Jaksa sampai empat kali mengembalikan berkas perkara karena bukti yang diajukan polisi banyak bolongnya.

Toh, akhirnya jaksa mendakwa Jessica melakukan pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Menurut jaksa, Jessica menaruh sianida di gelas Mirna karena dendam. Jaksa menyodorkan bukti berupa sianida dengan kadar 0,2 miligram per liter yang diambil dari lambung Mirna. Jaksa juga menunjukkan rekaman CCTV berisi gerak-gerik mencurigakan Jessica.

Klinik Mati Suri

KLINIK terapi kanker yang didirikan Warsito Purwo Taruno, 49 tahun, resmi ditutup pada 27 Januari lalu. Kementerian Kesehatan melarang Warsito, penemu electrical capacitive cancer therapy itu, menerima pasien. Sebulan kemudian, tim review dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, serta Komite Penanggulangan Kanker Nasional menyimpulkan jaket listrik pembunuh sel kanker temuan Warsito belum terbukti aman dan bermanfaat. Hasil karya doktor teknik elektro lulusan Universitas Shizuoka, Jepang, ini perlu diuji lebih dulu sesuai dengan standar medis.

Hantu Kesaksian Freddy

FREDDY Budiman, terpidana mati penyelundupan 1,4 juta butir ekstasi, seperti mengirim pesan dari kubur. Beberapa jam sebelum dia dieksekusi mati pada 26 Juli lalu, beredar testimoni yang menghantui aparat. Freddy menyebutkan ada polisi, tentara, dan petugas Badan Narkotika Nasional yang membantu dia mengedarkan narkotik. Tim gabungan aparat dan tokoh masyarakat menelisik testimoni Freddy yang disebarkan Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan. Tapi tim tersebut bubar sebelum perkara menjadi benderang.

Lenovo Vibe Z2 Pro Hadir di Indonesia

lanjutan dari http://sarah-forsyth.com/nvidia-tawarkan-lisensi-grafs-maxwell-pada-pengembang-soc/

Fasilitas kamera 16 Mp yang diusung oleh Vibe Z2 pro akan bersaing secara langsung pada smartphone dengan sensor 16 Mp, 20 Mp, atau 41 Mp lainnya yang sudah beredar di pasaran, seperti Samsung Galaxy K zoom, Samsung Galaxy Note 4, Sony Xperia Z3, hingga Nokia Lumia 1020.performa Lenovo Vibe Z2 pro dalam menjalankan berbagai aplikasi akan ditunjang oleh Soc ARM berbasis 32 bit, Qualcomm MSM8974Ac Snapdragon 801 (cpU Quad-core 2.5 Ghz Krait 400 dan GpU Adreno 330) dan RAM berkapasitas 3 GB.

Meskipun internal storage Vibe Z2 pro relatif besar (32 GB), tidak adanya fasilitas slot eksternal memori (micro-Sd) cukup disayangkan. Kapasitas di atas 32 GB masih dibutuhkan mengingat video berstandar 4K memilki ukuran file yang relatif sangat besar.

Nvidia Tawarkan Lisensi Grafs Maxwell pada Pengembang SoC

Khusus teknologi mobile graphics untuk Soc, saat ini tercatat sekitar enam perusahaan yang mengembangkan teknologi GpU core-nya sendiri, antara lain ARM (Mali), imagination Technologies (powerVR), Vivante (Gcxxxx), Nvidia (GeForce), Qualcomm (Adreno), dan Broadcom (Videocore). di antara keenamnya, baru Quallcomm dan Nvidia saja yang diketahui belum menawarkan lisensi teknologi GpU-nya ke perusahaan lain. Selama ini, teknologinya lebih ditujukan untuk memperkuat Soc besutan sendiri (Snapdragon dan Tegra).

Baca juga : Net89

Nvidia mulai mengabarkan niatnya untuk melisensikan teknologi graphics-nya ke pengembang mobile/ultra-mobile application processor pihak ketiga pada Juni tahun 2013 lalu. Sejauh ini, Nvidia belum mengumumkan pihak siapa saja yang sepakat mengambil lisensi mereka. Namun, diduga beberapa perusahaan sedang melakukan negosiasi yang intensif dengan mereka.

chip Tegra dari Nvidia terbilang belum merupakan Soc yang dominan di dunia mobile computing yang didominasi oleh Quallcom, Apple, atau Samsung. Sejak terjun di dunia Soc mobile pada tahun 2008 dengan keluarga chip Tegra, Nvidia masih bergelut dengan konsumsi daya Soc-nya yang tidak seefisien pesaingnya.

Bisa dimaklumi mengingat teknologi graphics Nvidia GeForce berawal dari arsitektur desktop pc dan notebook yang tidak seketat smartphone dalam mengelola daya. Kini, dengan hadirnya arsitektur graphics “Maxwell”, Nvidia sepertinya kembali “pede” untuk bersaing di dunia mobile terutama dalam hal performa dan efisiensi daya. Menurut Jen-hsun huang, dengan menggunakan GpU Nvidia, khususnya “Maxwell” ke dalam Soc buatan mereka, para pengembang chip dapat melakukan diferensiasi lebih di antara pesaingnya pada industri sejenis”.

Saat ini Nvidia teah menghadirkan Soc Tegra K1 dengan teknologi GeForce graphics berbasis arsitektur “Kepler” yang ditandem dengan empat ARM cortex-A15 atau dua Nvidia “denver” general-purpose processing core. Adapun Soc Tegra berbasis GpU Maxwell diperkirakan baru akan hadir di tahun 2015.

Lenovo Vibe Z2 Pro Hadir di Indonesia

Lenovo resmi memperkenalkan Vibe Z2 pro. Menurut pihak Lenovo, kamera yang ada pada smartphone berlayar 6 inci (ipS Lcd panel, Qhd 2560×1440 pixel, 490 ppi) ini tidak hanya dapat menghasilkan kualitas foto dengan resolusi tinggi (16 Mp), tapi juga telah dilengkapi dengan fasilitas image stabilization (oiS), dual LEd flash, dan Back-illuminated Sensor.

Fasilitas ini memungkinkan setiap pengguna Vibe Z2 pro bisa melakukan “capture the moment” suatu objek tanpa melewatinya sedikit pun.Selain kemampuan fotonya, Vibe Z2 pro juga sanggup merekam video dengan resolusi 4K (2160p @30fps dengan optical stabilization) yang terlihat natural. Untuk mendukung proses penangkapan gambar dan perekaman video berlangsung yang lebih lama, Lenovo menyertakan baterai Li-polymer 4.000mAh.

Gerhana Matahari Total

LANGIT Nusantara pada 9 Maret lalu menjadi saksi sebuah peristiwa sains yang juga menyedot perhatian wisatawan dari berbagai penjuru dunia: gerhana matahari total. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional serta Planetarium dan Observatorium Jakarta memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan sains kepada kaum muda. Nonton bareng gerhana pun digelar di berbagai tempat. Walau gerhana total hanya berlangsung 1,5-3 menit, peristiwa ini penting karena kejadian alam serupa baru akan terjadi lagi di Indonesia pada 2023.

Riak Gravitasi Einstein

DAVID Reitze dan para peneliti Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) berhasil membuktikan keberadaan gelombang gravitasi misterius yang pernah diprediksi Albert Einstein lewat teori relativitas umum 100 tahun lalu. Pergerakan materi dan energi bisa mengguncang struktur jagat raya layaknya seseorang yang bergerak saat tidur dan membuat kasurnya melesak. Pada Februari lalu, LIGO mendeteksi sinyal pada frekuensi 35 hertz yang berasal dari dua lubang hitam berukuran 30 kali lebih besar dari matahari.

Tipe Penjepit dan Pop-up

Roti panggang memang menjadi pilihan tepat bagi menu sarapan Anda. Namun, pernahkah Anda memilah-milah peranti pemanggang roti mana yang paling sesuai dengan bagi kebiasaan keluarga Anda? Kres, kres! yang terdengar, ketika gigi menyentuh pinggiran roti panggang yang renyah. Warna Demikian suara kecokelatan menutupi putihnya roti, sebagai tanda reaksi panas dari peranti peranti pemanggang roti. Tandanya, roti sudah matang dan siap disantap.

Baca juga : Harga Genset Yanmar

Pemandangan inilah yang mungkin Anda nikmati, kala waktu sarapan tiba. Di balik nikmatnya setangkap roti panggang, pilihan peranti-peranti pemanggang (toaster) yang Anda gunakan sangatlah berpengaruh. Secara keseluruhan, peranti ini terbagi atas 2 jenis, yakni pemanggang (toaster) pop-up dan tipe penjepit (sandwich maker).

Perbedaannya pun cukup signifikan, mulai dari bentuk desain, cara pemakaian, hingga hasil roti. Pertanyaannya, produk pemanggang pop-up atau sandwich maker apakah yang harus Anda pilih dari beragam merek yang merajai pasar, demi mendapatkan hasil roti sesuai keinginan? Berikut adalah uraian hasil uji coba yang dilakukan pada 2 jenis pemanggang roti, dengan merek-merek yang cukup sering ditemukan di pasar peranti, antara lain Electrolux, Philips, dan Sharp.

Electrolux ESM3000

Pemanggang ini memiliki tampilan elegan dan ramping, dengan warna hitam dan corak khas Electrolux di permukaan atasnya. Daya yang dibutuhkan adalah 750-850W.

u Fitur Memiliki indikator panas yang dapat menyala dan mati dengan sendirinya.

u Waktu Panas Dibutuhkan waktu 5 menit hingga peranti ini panas dan siap dipakai.

u Warna Roti • 2 menit: Warna roti masih putih kekuningan. • 4 menit: Warna roti masih kuning dengan bagian tengah agak cokelat muda. • 7 menit: Warna roti masih kuning, bagian tengahnya lebih cokelat, hanya tidak terlalu mencolok.

u Kerenyahan Roti • 2 menit: Masih lembek. • 4 menit: Masih lembek, hanya di bagian tengah sudah agak garing. • 7 menit: Pinggiran sudah garing, bagian tengah cukup renyah dan garing. Sulit dipatahkan. u Isi Roti Isi roti—seperti keju dan meises—sudah meleleh di menit ke-2.

u Keamanan Ketika Dipegang Permukaan peranti panas ketika dipegang. u Kemudahan Dibersihkan Cukup dibersihkan dengan lap basah.

 

JEJAK PARA PEMBAJAK

Kota-Bunga.net P ENYANDERAAN warga negara Indonesia yang berlangsung selama 35 hari ber akhir pada Ahad, 1 Mei 2016. Ke sepuluh- – lompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina membebaskan awak tugboat Brahma 12 yang bermuatan batu bara itu. Kini masih ada empat sandera lain, yakni kru kapal Hendry dan Barge Christy. Kedua kapal tersebut dibajak kelompok Abu Sayyaf ketika mengantar batu bara melintasi perairan Laut Sulu di Filipina. Cerita penyanderaan WNI di luar negeri pernah terjadi pada kasus pembajakan pesawat Garuda Indonesia GA 206. Pada Sabtu pagi, 28 Maret 1981, pesawat tujuan Medan itu lepas landas dari Bandar Udara Talangbetutu, Palembang. Baru beberapa menit pesawat mengudara, seorang pria menyerbu kokpit pesawat DC9 Woyla yang diterbangkan Captain Pilot Herman Rante itu.

”Jangan bergerak, pesawat kami bajak…,” ujar Mahrizal, seorang pembajak. Dia meminta pesawat terbang ke Kolombo, Sri Lanka. Permintaan tersebut tidak mungkin dipenuhi karena bahan bakar terbatas. Akhirnya pesawat mendarat di Bandara Don Muang, Thailand. Lima pembajak menguasai pesawat berisi 48 penumpang itu. Beberapa edisi Tempo mengungkap jaringan para pembajak dari kelompok Imran itu. Pada edisi 4 April 1981 dengan judul ”Jejak-jejak Pembajak” dan edisi 11 April 1981 dengan judul ”Wendy, Abu, Icuh dan Ju”. Lalu edisi 18 April 1981 dengan tajuk ”Menunggu di Kotamatsum Komando” dan edisi 25 April 1981 dengan judul ”Komando Jihad Sudah Selesai”. Selain Mahrizal, pembajak lain adalah Wemby, Sofyan, Zulfikar, Masri, dan Machyuddin.

Mereka menuntut pemerintah Indonesia membebaskan rekan-rekan mereka yang ditahan dalam kasus penyerbuan markas polisi di Cicendo, Bandung, yang menewaskan tiga anggota Kepolisian RI. Tempo menelusuri jejak para pembajak dan pemimpinnya, Imran bin Muhammad Zein. Siapakah Imran, yang ditangkap di Jawa Barat beberapa hari setelah pembajakan? Namanya mencuat setelah ”Peristiwa Masjid Istiqamah”, yang terjadi pada 4 Agustus 1980. Hari itu di Masjid Istiqamah, yang juga masjid favorit remaja Bandung, terjadi keributan. Acara ”kaderisasi” yang hari itu berlangsung ternyata berubah menjadi ajang caci-maki terhadap para ulama dan pemerintah. Di Masjid Istiqamah, anggota pengajian yang berjumlah sekitar 500 berasal dari Bandung dan Cimahi. Yang masuk kelompok mereka harus dibaiat—prasetya—dan mengganti atau menambah namanya dengan nama sahabat Nabi. Prasetya tadi ditujukan kepada Imran bin Muhammad Zein, yang dianggap imam mereka. Majelis Ulama Jawa Barat beberapa bulan sebelumnya melaporkan kegiatan kelompok yang dianggap ”agak aneh” itu kepada pemerintah.

Sekitar dua bulan lalu, kelompok ini dikabarkan terlibat dalam kasus penusukan terhadap dr Syamsuddin, salah satu pengurus masjid. Akibatnya, 11 orang anggota kelompok ini ditahan Laksusda Jawa Barat. Kelompok ini disebut juga terlibat dalam peristiwa penyerangan pos polisi Cicendo, Bandung, yang menewaskan tiga anggota Polri. Kabarnya kelompok ini pernah mengobrak-abrik kompleks pelacuran di Bandung. Seusai Peristiwa Istiqamah, Tempo pernah mewawancarai Imran, 31 tahun, yang mengakui kelompoknya termasuk ekstrem. Imran, yang lahir di Bukittinggi, pada 1971-1976 berada di Arab Saudi untuk belajar agama kepada para ulama di sana.

”Saya tidak belajar secara sistematis seperti di universitas. Bagi saya, yang penting materi agama itu sendiri, bukan cara memperolehnya,” ujarnya. Imran menegaskan bahwa ia hanya berpegang pada Al-Quran dan Hadis. ”Saya ingin agama itu pada bentuknya yang asli. Saya tidak senang agama dipolitikkan. Adapun tata cara hidup bernegara, agama Islam ada mengaturnya,” kata Imran, yang dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam kasus pembajakan pesawat Garuda. ”Karena itu, saya sudah tidak yakin dengan kepemimpinan yang tua-tua. Sebab, kalau mereka itu benar-benar dalam melaksanakan agama, tidak mungkin kami menghadapi kenyataan keadaan seperti sekarang ini,” katanya. Pada 1983, Imran dihukum gantung. Dua rekan kelompok Imran, yaitu Maman Kusmayadi dan Salman Hafidz, bernasib serupa.

GEMPA SUSULAN MASIH MENGANCAM

GEMPA SUSULAN MASIH MENGANCAM GEMPA rika Serikat menyatakan gempa berkekuatan 7,8 skala Richter dengan ke dalaman 19 kilometer. Pusat gempa terletak 170 kilometer di barat laut Ibu Kota Quito. susulan masih mengguncang Ekuador. Badan Survei Geologi Ame- – Dua gempa susulan skala besar hingga berkekuatan 6,2 skala Richter terjadi pekan lalu menyertai 135 gempa susulan sebelumnya. Sekitar 25 ribu warga masih berlindung di tempat-tempat pengungsian. Hingga pekan lalu, 570 orang tewas, 155 hilang, dan 7.015 luka-luka. Sebagian besar kematian ditemukan di tiga kota di pesisir Ekuador, Manta, Portoviejo, dan Pedernales. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Quito melaporkan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban. Dari 45 WNI yang berada di Ekuador, sebagian besar tinggal di wilayah pegunungan.

Presiden Rafael Correa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai US$ 3 miliar (sekitar Rp 39,48 triliun). Bencana tersebut memperburuk kondisi perekonomian Ekuador. Bahkan sebelum terjadi pun Bank Dunia memperkirakan ekonomi Ekuador mengerut sebesar dua persen tahun ini akibat turunnya harga minyak dunia.