Apa tugas utama KBRI Damaskus?

Karena Suriah dalam kondisi perang sejak 2011, sesuai dengan instruksi pemerintah, kami upayakan repatriasi. Pemerintah Indonesia menyatakan Suriah dalam kondisi siaga I. Ini status siaga tertinggi, ketika semua diplomat dan anggota staf tidak diperkenankan membawa keluarga. Dulu ada sekolah Indonesia Damaskus di gedung KBRI. Kami pulangkan semua guru dan muridnya. Sekarang tinggal diplomat dan staf lokal. Kedutaan dijalankan oleh 21 orang, terdiri atas 6 diplomat dan 15 anggota staf lokal. Di luar, ada 24 mahasiswa dan 1 pelajar sekolah menengah atas. Menurut imigrasi, ada 2.401 warga Indonesia di Suriah, hampir semuanya bekerja di sektor rumah tangga. Tapi angka yang kami ketahui mencapai 2.600-an orang, karena ada yang datang tanpa melewati jalur resmi.

Mengapa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus tetap beroperasi, sementara separuh dari 64 kedutaan besar sudah tutup?

Karena warga Indonesia di Suriah masih banyak. Ada 2.600-an orang, yang kebanyakan bekerja di sektor rumah tangga. Sebagian besar dari mereka berangkat sebelum perang pecah, lima tahun lalu, tapi belum mendapat kesempatan dipulangkan. Tugas utama kami adalah melindungi mereka. Terlebih kantor KBRI Damaskus ini merupakan hak milik Republik Indonesia. Begitu juga wisma kedutaan. Jadi kami juga melindungi aset.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *