Polisi Ringkus Penghina Ibu Negara

Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menangkap pe milik akun Instagram @warga_ biasa yang mengunggah konten penghinaan terhadap Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Pemilik akun, Dodik Ihwanto, 21 tahun, ditangkap di Palembang pada Senin pekan lalu. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto menyebutkan penangkapan pemilik akun @warga_biasa berawal dari laporan masyarakat.

Mulanya, kata dia, ada yang mengadukan meme foto Iriana Joko Widodo di laman Facebook ke Polrestabes Bandung. Setelah ditelusuri, meme tersebut dibuat dan pertama kali dimuat oleh akun @warga_biasa di Instagram. ”Pelaku mengaku mengunggah (konten) tersebut dengan motif tidak suka kepada pemerintah sekarang,” ujar Agung. Polisi akan mendalami apakah pemilik akun ini terkait dengan komunitas penyebar konten kebencian di dunia maya yang melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hukumannya enam tahun penjara.

Motorik & Bicara Suka Permainan

Di usia 4-5 tahun, si kecil mulai menyukai permainan yang menantang keterampilan tangan, kaki, dan kemampuan bicara. Inilah sederet ide-idenya. Mama Papa hebat, si kecil di usia 4–6 tahun sedang menjalani tahapan perkembangan masa kanak-kanak awal. Di masa ini, si kecil mulai mengeksplorasi dirinya dan lingkungannya, mulai belajar keterampilan baru hingga bersosialisasi dengan lingkungannya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Hal ini berkaitan dengan tugas perkembangan yang harus dikuasai anak, di antaranya: perkembangan motorik dan bicara. Nah, di usia 4–6 tahun ini, untuk perkembangan bahasanya, diharapkan si kecil mampu membuat kalimat yang terdiri atas 4–5 kata, mampu bercerita, serta mampu menanyakan arti suatu kata dan menghitung sampai 200. Sedangkan perkembang an motoriknya, diharapkan pada usia 4–6 tahun ini ia mampu memasang kancing baju sendiri, mengikat tali sepatu, membuat pintu gerbang dari 5 kubus, serta membuat tangga dan dinding dari beberapa kubus tanpa contoh.

Tentunya, peran Mama Papa sangat besar untuk tercapainya kemampuan-kemampuan tersebut pada si kecil. Apa yang harus dilakukan? Tak lain dengan memberikan stimulasi yang tepat untuk si kecil mengembangkan kemampuan motorik dan bicaranya itu. Nah, bermain merupakan stimulus alami bagi proses perkembangan bicara dan motorik anak. Selamat bermain bersama si buah hati, Mama Papa!

Permainan Untuk Perkembangan Motorik?

MENJELUJUR Alat-alat untuk menjelujur dapat di beli ditoko mainan atau toko alat tulis untuk sekolah. Umumnya, bahan untuk menjelujur didesain berbentuk baju, sepatu, tas, dll. ?

LEGO ATAU BALOK Dapat dibeli di toko mainan. Bebaskan anak berkreasi dengan lego/balok sesuai imajinasinya. Beberapa permainan lego juga dilengkapi dengan contoh gambar lego yang telah dibentuk, sehingga anak tinggal membuat atau menyusun sesuai gambar. Kita pun dapat membuat sendiri disesuaikan dengan kemampuan anak. Misalnya, kita membuat contoh bangunan gerbang atau rumah dari beberapa balok, lalu contoh bangunan gerbang/rumah itu difoto. Selanjutnya, minta anak menyusun sesuai dengan foto gambar tersebut. Ketika anak sudah mampu, ia akan mengembangkan sendiri kemampuannya. ?

BERMAIN PASIR Umumnya anak suka sekali bermain pasir. Selain melatih motorik halus, bermain pasir juga dapat mengasah indra peraba. Tak hanya itu, bermain pasir juga dapat memberikan stimulus bagi anak berimajinasi dan berdaya cipta, seperti: membuat istana pasir, bola salju, dsb. Mama Papa dapat melakukan kegiatan bermain pasir bersama anak ketika sedang berlibur ke pantai, misal.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

MK TOLAK PANITIA ANGKET DIHENTIKAN

MAHKAMAH Konstitusi menolak permohonan provisi atau putusan sela terkait dengan gugatan uji materi terhadap hak angket yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Salah satu pemohon yang meminta penerbitan putusan sela ialah Tim Advokasi Selamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi dari Angket DPR.

Mereka meminta Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan sela agar Panitia Angket Komisi Pemberantasan Korupsi di Senayan berhenti sementara sampai uji materi diketuk. Hakim konstitusi, Anwar Usman, mengatakan putusan menolak provisi diambil setelah delapan hakim menggelar rapat. ”Mufakat tidak tercapai meskipun telah dilakukan sungguh-sungguh,” kata Anwar dalam sidang uji materi UU MD3 di gedung MK, Jakarta, Rabu pekan lalu. Para hakim akhirnya memutuskan pemungutan suara. Hasilnya, permohonan putusan sela ditolak.

 

Wasir Belum Berakhir

Kehamilan sudah usai, si kecil pun sudah lahir, tetapi mengapa wasir belum berakhir? Wasir, hemoroid, ambeien, atau piles adalah peradangan atau pembengkakan di bibir anus. Biasanya ditandai dengan munculnya benjolan kecil. Gejala yang muncul, selain pembengkakan (bintil), anus pun terasa nyeri dan gatal, bahkan panas, sakit saat mengejan, mengalami perdarahan, juga kadang punggung bagian bawah terasa sakit.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Ada beberapa penyebab wasir usai bersalin. Pertama, peningkatan kadar hormon esterogen saat hamil. Hormon ini menyebabkan melambatnya gerak sistem pencernaan, sehingga membuat Mama mengalami sembelit. Jika berlarut, dapat menyebabkan luka di pembuluh darah yang menjadi awal munculnya wasir. Kejadian ini bisa berlanjut hingga setelah melahirkan. Kedua, beban yang ditimbulkan oleh janin sehingga menekan area rektum atau seputar anus. Bila Mama terlalu banyak duduk, biasanya tekanan akan semakin keras, ditambah darah yang akan turun menuju saluran anus.

Risikonya, jaringan hemoroid di saluran anus membengkak sehingga membuat Mama sembelit. Sering kali jaringan yang bengkak ini pecah oleh tekanan feses yang padat, sehingga terjadilah perdarahan, selanjutnya mulailah wasir. Hal ini juga bisa berlanjut hingga Mama melahirkan. GARA-GARA INI! Kedua penyebab tadi, Ma, akan semakin menjadi jika Mama melakukan hal-hal yang tidak mendukung kelancaran aktivitas BAB, seperti: ? Menunda BAB. Sehabis melahirkan, biasanya Mama takut BAB akibat rasa nyeri di bekas luka melahirkan masih begitu terasa. Padahal, menunda BAB menjadikan feses bertumpuk dan mengeras, sehingga semakin susah untuk dikeluarkan.

Mama pun harus mengejan lebih kuat, sehingga tekanan pada rektum dan perineum mengakibatkan pembuluh darah membengkak serta keluar membentuk tonjolan kecil. ? Kurang minum dan makanan berserat. Saat menyusui, kebutuhan cairan meningkat untuk mendukung kelancaran produksi ASI. Selain itu, mungkin saja cairan tubuh Mama lebih banyak keluar karena letih mengurus bayi. Asupan cairan yang kurang menjadikan feses lebih keras, sehingga sulit untuk dikeluarkan. Begitu pula jika Mama kurang mengonsumsi makanan berserat. Risiko wasir pun semakin tinggi.

Sumber : https://eduvita.org/

Beragam Fungsi Kacamata

PERTENGAHAN Agustus lalu, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, menjalani operasi mata di Singapore National Eye Centre. Untuk menyamarkan kondisi matanya yang berwarna putih akibat terkena siraman air keras lima bulan lalu, Novel harus mengenakan kacamata. Dokter juga menyarankan memakai kacamata hitam jika dia berada di luar ruangan. Kacamata kini bukan hanya alat bantu baca atau pelindung mata dari radiasi sinar ultraviolet yang berbahaya. Pelbagai bentuk kacamata dengan teknologi tinggi dapat membuat penyandang tunanetra melihat lagi atau penggila game kian enggan berhenti bermain.

Tiga Kategori FASD

FASD (Fetal Alcohol Spectrum Disorders) dapat diakibatkan dari mengonsumsi alkohol dalam kadar kecil maupun berlebihan serta jangka pendek maupun panjang. 0enurut Kathleen Stratton dkk. dalam bukunya, Fetal Alcohol Syndrome: Diagnosis, Epidemiology, Prevention, and Treatment, (1996) bentuk kelainan FASD dapat dibedakan menjadi 3 kategori, baik dari aspek fisik maupun perilaku. Berikut penjelasannya :

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Sindrom alkohol pada janin (Fetal Alcohol Syndrome/FAS, baik dalam bentuk partial-FAS maupun full-FAS) Paparan alkohol selama kehamilan dapat mengakibatkan gangguan, baik O sik, perilaku, maupun fungsi kognitif, yaitu: • *angguan pertumbuhan janin, bentuknya bisa berupa gangguan pertumbuhan janin dengan berat badan kurang atau gangguan pertumbuhan pada anak. *angguan pertumbuhan struktur otak dan bentuk kepala yang kecil (microcephal) juga sering ditemukan. • Kelainan bentuk wajah. Kelainan pada wajah dapat berupa bentuk kelopak mata yang kecil, bibir atas yang lebih tipis, serta lekukan antara hidung dan bibir atas yang panjang. • Keterlambatan perkembangan dan gangguan fungsi motorik pada bayi/anak setelah dilahirkan, misalnya penurunan kecerdasan, gangguan perilaku dan hiperaktif, kesulitan beradaptasi, gangguan atensi, gangguan neurosensorik pendengaran, serta lambat bicara/bahasa verbal. • Kelainan lain yang mungkin menyertai, yaitu sumbing bibir dan langit-langit, bentuk rahang yang kecil, kelainan persendian, dan kelainan jantung.

Cacat bawaan yang diakibatkan oleh alkohol (Alcohol-related birth defects/ARBD) Ciri utama dari kelainan kongenital ini adalah cacat O sik bawaan. 0isalnya, celah sekat antar bilik (ventricular septal defects/VSD) dan serambi (atrial septal defects/ASD) pada jantung, pemendekan tulang jari-jari, kelainan tulang belakang (skoliosis), kelainan ginjal, mata juling (strabismus) atau kelainan saraf retina pada mata, hilangnya pendengaran (baik neurosensorik maupun konduktif), dan kelainan kongenital lainnya seperti yang terjadi pada sindrom alkohol.

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan saraf otak yang diakibatkan oleh alkohol (Alcoholrelated neurodevelopmental disorders/ARND) Bentuknya terlihat pada adanya gangguan pertumbuhan saraf pusat, seperti bentuk dan ukuran kepala yang kecil (microchepaly), struktur otak yang abnormal (tidak terbentuk corpus callosum, otak kecil yang tidak berkembang sempurna). Bentuk lain dari kelainan ini juga dapat berupa gangguan kognitiI dan perilaku, seperti: gangguan beradaptasi, hiperaktif, kesulitan belajar, kesulitan dalam kemampuan berbahasa verbal, lambat berbicara, dan gangguan atensi.

Sumber : https://ausbildung.co.id/